Isy Kariman Aw Mut Syahidan

Blog EntrySendunya PerpisahanApr 2, '08 5:20 AM
for everyone

Akhir pekan kemarin ada beberapa cerita yang membuat tenggorokanku tercekat.
Rasanya sulit untuk menelan.
Bukan karena sakit. Tapi sebuah akibat dari menahan lara.

Kisah klise tentang perpisahan.
Tapi rasanya selalu sama setiap kali mengalami momen tersebut.
Dua orang sahabat baru saja pergi meninggalkan sepotong kenangan di kota bersimbol Swan River ini. Pergi bersama keluarga ke tempat yang baru. Ada yang kembali ke tanah air, ada pula yang berpindah kota.
Sedih menjalar, meski perpisahan itu hanya terekam beberapa saat. Dan genangan airmata di pelupuk cukup menjadi bukti betapa cengkerama pada waktu lalu diantara kita bukan hal yang sia-sia.
Semua datang dan pergi.
Bertemu dan berpisah.
Pasangan kata yang tlah ditakdirkan bersama memang. Mestinya manusia memahami betul jika sudah menemui salah satu dari padanan kata itu.
Dan hari-haripun harus terus bergulir. Kembali bergulat untuk memaknainya bersama jiwa-jiwa baru.

Tiap kali terasa pahitnya sebuah perpisahan, selalu membawa kenanganku ke sebuah ruangan 5 x 8 lantai dua Sekolah Islam di pelosok Tangerang. Kelas An-Nahl tertulis di pintunya.
Sembilan belas  murid duduk melingkariku kala itu. 
Minggu terakhir jelang hari perpisahan kujumpai mereka sering menatapku muram. Ada yang diam membisu, ada yang berceloteh tak habis-habis. Ketika tiba saatnya satu persatu menyerahkan "surat cinta" padaku, beberapa langsung memalingkan muka.
Kubaca tersendat di depan kelas dengan pandangan yang buram.
Ya, airmataku deras sekali. Begitupun mereka.
Wajah-wajah mungil dan polos itu kutatap sambil kuselipkan do'a dan pesan yang kuharap berguna di kemudian hari.
Kini kumpulan surat itu kusimpan rapi untuk kubaca saat rindu menerjang.

Cepat atau lambat perpisahan itu pasti adanya.
Sebagaimana perpisahan di ujung usia kita.
Entah kapan datangnya.
Perpisahan antara raga dan nyawa.
Meninggalkan orang-orang terkasih..
Berpisah dengan segala nikmat dunia.
Sakitnya pun tak terkira.

Duhai,
Sanggupkah aku melewatinya ?
dengan senyum mengembang dan iringan do'a handai taulan..
kuharapkan perpisahan itu penuh kesan nan indah.
sebagai awal perjumpaan dengan Allahu Rabbul'Izzati.



34 CommentsChronological   Reverse   Threaded
miapiyik wrote on Apr 2
renungan ya vien, perpisahan yg satu itu, maut, sudah pasti kan?
TFS
vi3nzz wrote on Apr 2
maut, sudah pasti kan?
iya mbak..:(

*apa kabarnya nih mbak mia ?
kangen. berkunjung ah...
yudimuslim wrote on Apr 2
berat mbak.
yudi masih ingat saat sikecil meluk yudi untuk lepasin yudi kejakarta..
tapi itulah..semuanya harus dijalanin sama halnya saat melepas mbak kembali ke sono..:d
albiero wrote on Apr 2
Yup, klo ada pertemuan pasti ada perpisahan...
Ibarat sebuah garis lurus (LURUS lho yah, bukan lingkaran), pasti ada waktu dimana garis itu berhenti. Ya, kayak hidup dan kebersamaan.. Panjang teriring waktu, namun suatu ketika juga akan berhenti.
SENYUM... ;)
niwanda wrote on Apr 2
Karena memang di dunia ini tidak ada yang abadi, termasuk kebersamaan...
fathima35 wrote on Apr 2
vi3nzz said
Duhai,
Sanggupkah aku melewatinya ?
dengan senyum mengembang dan iringan do'a handai taulan..
kuharapkan perpisahan itu penuh kesan nan indah.
sebagai awal perjumpaan dengan Allahu Rabbul'Izzati.
amiieennn...semoga kita semua dipanggil olehNYA dalam keadaan khusnul khatimah.

setiap perjumpaan pasti ada perpisahan, semoga kita selalu dipertemukan dengan orang2

yang akan selalu membawa hikmah dan kebaikan...amien
vi3nzz wrote on Apr 2, edited on Apr 2
duuw, comments para sahabat MPer's tambah bikin sendu.:(

Moga kebersamaan kita di dunia maya ini bisa memberi makna di kehidupan masing-masing ya.
Belum bertemu langsung saja sudah bisa dibayangkan bagaimana sedihnya jika berpisah.
ah....
ni2s wrote on Apr 2, edited on Apr 2
banyak cinta ya bwat mba Vien?
ber-bahagialah mba, mski perpisahan awalnya trasa berat..
jd ingat wktu perpisahan dg anak-anak esde di tempatkoe bkerja doeloe (mski akoe bkn pengajar)..sediih jg wktu pindah ke t4 kerja yg baroe (mski prospeknya lbh bgs)
anywy stelah kira2 lima th-nan ktemu scr gak sngaja dg anak-anak tsb. jd seneng
mereka udah gede2, cantik & ganteng2, bukan lg bocah2 kecil yg dl terliat lugu, kolokan & kdg bandel tp ngangenin.. he2 jd long story ya..
venomjeka wrote on Apr 2
Perpisahan memang berat tapi itulah hidup ada pertemuan pasti ada perpisahan tidak terkecuali perpisahan antara jiwa dan raga.
Yang penting masih kontak sesekali, biar kangen terobati..
vinna15 wrote on Apr 3
hikks....:(

Kak Viena jadi buat vina sedih juga nih,..*teringatt,....:(
waktu vina pas mau berangkatt juga merasakan hal perpisahan yg bikinn ..bikinnn...sesak tenggorokan....sedihh....berpisah dgn org2 yg dkt ma kita dan kita sayangi....

hhm...vina juga bisa merasakan kebersamaan yg dekatt melalui Mp ini kak vien,....:) apalagi yg pertama ngajak vina kesini kan.....ehm...( kak viena....^_^ ) :-*
elazhar wrote on Apr 3
yang lebih menyakitkan adalah perpisahan diakibatkan masalah yang ada dalam hubungan persahabatan yang memaksa kita untuk berpisah dengan sahabat kita itu. dan yang paling menyakitkan adalah perpisahan yang disebabkan oleh kematian.
sahabat sejati adalah sahabat yang kehadirannya menentramkan dan ketiadaannya merindukan.

*hiks hiks hiks...

ada yang punya tissue?
vi3nzz wrote on Apr 3
ni2s said
banyak cinta ya bwat mba Vien?
Alhamdulillah, yuk kita kumpulin cinta bareng-bareng. Biar terasa indahnya ya...:)

Wah lima tahun pisah dgn murid-murid pasti kelihatan sekali perubahannya ya nis.
Saya aja yang setahun kmd pulang kampung, ketika bertemu dgn mereka jadi pangling. Tumbuhnya cepet banget !
vi3nzz wrote on Apr 3
Yang penting masih kontak sesekali, biar kangen terobati..
setuju. disamping menjaga silaturrahim.

*jadi inget salah satu murid saya yang rajin kirim kabar via sms.
vi3nzz wrote on Apr 3
vinna15 said
..bikinnn...sesak tenggorokan....sedihh....berpisah dgn org2 yg dkt ma kita dan kita sayangi....
huhuhu.....:(

*nangis bareng vinna
vi3nzz wrote on Apr 3
elazhar said
sahabat sejati adalah sahabat yang kehadirannya menentramkan dan ketiadaannya merindukan.
indahnya kalimat itu.
moga saya bisa menjadi sahabat sejati bagi siapapun.

*sambil kasih tissue sekotak buat Heri. (haa ? jgn diabisin dong Her..)
elazhar wrote on Apr 3, edited on Apr 3
vi3nzz said
indahnya kalimat itu.
moga saya bisa menjadi sahabat sejati bagi siapapun.

*sambil kasih tissue sekotak buat Heri. (haa ? jgn diabisin dong Her..)
AMIN.
aku gak habisin kok mbak. disimpen aja buat persediaan.
auvaintan wrote on Apr 11
vi3nzz said
Cepat atau lambat perpisahan itu pasti adanya.
cepat atau lambat........... padahal alam fana ini hanyalah sekejap saja... semoga kita semua selalu mengisinya dengan amal saleh.... lillahi ta'ala....
roebyarto wrote on Apr 13
Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.... bagus buguru........ renungannya....
nunkhermawan wrote on Apr 26
sometimes...aku lbh senang meninggalkan drpd ditinggalkan...karena perpisahan ...uhuk...uhuk...uhukk...
vi3nzz wrote on Apr 26
Nuuunk....kok batuk sih ? ;p
*ambilin obat buat nunk*

jangan tinggalin aku yaa....ntar aku ikutan batuk. hehehe....
roebyarto wrote on Apr 26
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kau berduka, sebab apa yang paling kau kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran........
sishuka wrote on Apr 30
Bu Guru ada lyrics bagus nih
ane share ya,,
hiks hiks mengharukan,,,

Pagiku cerahku
matahari bersinar
kugendong tas merahku di pundak
selamat pagi semua
kunantikan dirimu
di depan kelasku
menantikan kami

Guruku tersayang
guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal

Guruku terima kasihku
nakalnya diriku kadang buatmu marah
namun segala maaf kau berikan

konon kabarnya lagu ini ditulis oleh syifa.rp (usia 7 tahun), mohon dikoreksi kalau ane keliru :)
vi3nzz wrote on Apr 30
iya mengharukan liriknya.
nadanya gimana nih ? *penasaran*
upload dunk playlistnya...
sishuka wrote on Apr 30
udah ane aplod bu vi3nzz, silahkan didengarkan, didonlot juga boleh hehe
tapi jangan lupa mbayar royalti : )
vi3nzz wrote on Apr 30
segera ke TKP !
yukeariyanti wrote on May 5
perpisahan itu sebuah keniscayaan mbak....
vi3nzz wrote on May 6
begitulah kiranya. sebuah keniscayaan yang menyesakkan.
raniaalqis wrote on Jun 3
elazhar said
dan yang paling menyakitkan adalah perpisahan yang disebabkan oleh kematian.
sahabat sejati adalah sahabat yang kehadirannya menentramkan dan ketiadaannya merindukan.

*hiks hiks hiks...

ada yang punya tissue?
kalo tissu Vienna dah abis, aku masih punya banyak ni.
myhartono wrote on Oct 10
wah..saya sampai mengharu biru nih mbak..
vi3nzz wrote on Oct 10
ah..sy juga selalu sedih jika membaca segala jenis tulisan berbau 'perpisahan'.
*sigh*
willisfamily wrote on Nov 10
Iya mbk perpisahan antara jiwa dan raga pasti dtng, hanya wktnya sja yg tdk sma mari kt sll memanjatkan doa"Ya Allah berikanlah km keselamatan dlm beragama, kesehatan jasmani dan rohani, Ilmu yg bermanfaat, keberkahan rizki, taubatan sblm maut, rahmatan stlh maut, ampunan stlh maut dan ringankanlah km dlm menghadapi sakaratul maut, dan jauhkanlah km dr api neraka. smg kt siap kpn saja menghadapi perpisahan dg dunia yg fana ini......amin
vi3nzz wrote on Nov 10
Allahumma amiin...
Jazakillah atas do'a yang ibu Zur titip disini.
Moga mengekalkan cinta di hati kita ya, meski raga belum bersua.

*bu Zur, sudah sy add MP-nya kok belum di approve ya?*
Comment deleted at the request of the author.
willisfamily wrote on Nov 10
Mbk vien, Insya Allah skrng MP dah di approve kalee krn td garingnya krng satu tp dah sy koreksi.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.