Akhir pekan kemarin ada beberapa cerita yang membuat tenggorokanku tercekat. Rasanya sulit untuk menelan. Bukan karena sakit. Tapi sebuah akibat dari menahan lara.
Kisah klise tentang perpisahan. Tapi rasanya selalu sama setiap kali mengalami momen tersebut. Dua orang sahabat baru saja pergi meninggalkan sepotong kenangan di kota bersimbol Swan River ini. Pergi bersama keluarga ke tempat yang baru. Ada yang kembali ke tanah air, ada pula yang berpindah kota. Sedih menjalar, meski perpisahan itu hanya terekam beberapa saat. Dan genangan airmata di pelupuk cukup menjadi bukti betapa cengkerama pada waktu lalu diantara kita bukan hal yang sia-sia. Semua datang dan pergi. Bertemu dan berpisah. Pasangan kata yang tlah ditakdirkan bersama memang. Mestinya manusia memahami betul jika sudah menemui salah satu dari padanan kata itu. Dan hari-haripun harus terus bergulir. Kembali bergulat untuk memaknainya bersama jiwa-jiwa baru.
Tiap kali terasa pahitnya sebuah perpisahan, selalu membawa kenanganku ke sebuah ruangan 5 x 8 lantai dua Sekolah Islam di pelosok Tangerang. Kelas An-Nahl tertulis di pintunya. Sembilan belas murid duduk melingkariku kala itu. Minggu terakhir jelang hari perpisahan kujumpai mereka sering menatapku muram. Ada yang diam membisu, ada yang berceloteh tak habis-habis. Ketika tiba saatnya satu persatu menyerahkan "surat cinta" padaku, beberapa langsung memalingkan muka. Kubaca tersendat di depan kelas dengan pandangan yang buram. Ya, airmataku deras sekali. Begitupun mereka. Wajah-wajah mungil dan polos itu kutatap sambil kuselipkan do'a dan pesan yang kuharap berguna di kemudian hari. Kini kumpulan surat itu kusimpan rapi untuk kubaca saat rindu menerjang.
Cepat atau lambat perpisahan itu pasti adanya. Sebagaimana perpisahan di ujung usia kita. Entah kapan datangnya. Perpisahan antara raga dan nyawa. Meninggalkan orang-orang terkasih.. Berpisah dengan segala nikmat dunia. Sakitnya pun tak terkira.
Duhai, Sanggupkah aku melewatinya ? dengan senyum mengembang dan iringan do'a handai taulan.. kuharapkan perpisahan itu penuh kesan nan indah. sebagai awal perjumpaan dengan Allahu Rabbul'Izzati.
 | renungan ya vien, perpisahan yg satu itu, maut, sudah pasti kan? TFS |
 | berat mbak. yudi masih ingat saat sikecil meluk yudi untuk lepasin yudi kejakarta.. tapi itulah..semuanya harus dijalanin sama halnya saat melepas mbak kembali ke sono..:d |
 | Yup, klo ada pertemuan pasti ada perpisahan... Ibarat sebuah garis lurus (LURUS lho yah, bukan lingkaran), pasti ada waktu dimana garis itu berhenti. Ya, kayak hidup dan kebersamaan.. Panjang teriring waktu, namun suatu ketika juga akan berhenti. SENYUM... ;) |
 | Karena memang di dunia ini tidak ada yang abadi, termasuk kebersamaan... |
 | vi3nzz wrote on Apr 2, edited on Apr 2 duuw, comments para sahabat MPer's tambah bikin sendu.:(
Moga kebersamaan kita di dunia maya ini bisa memberi makna di kehidupan masing-masing ya. Belum bertemu langsung saja sudah bisa dibayangkan bagaimana sedihnya jika berpisah. ah.... |
 | ni2s wrote on Apr 2, edited on Apr 2 banyak cinta ya bwat mba Vien? ber-bahagialah mba, mski perpisahan awalnya trasa berat.. jd ingat wktu perpisahan dg anak-anak esde di tempatkoe bkerja doeloe (mski akoe bkn pengajar)..sediih jg wktu pindah ke t4 kerja yg baroe (mski prospeknya lbh bgs) anywy stelah kira2 lima th-nan ktemu scr gak sngaja dg anak-anak tsb. jd seneng mereka udah gede2, cantik & ganteng2, bukan lg bocah2 kecil yg dl terliat lugu, kolokan & kdg bandel tp ngangenin.. he2 jd long story ya.. |
 | Perpisahan memang berat tapi itulah hidup ada pertemuan pasti ada perpisahan tidak terkecuali perpisahan antara jiwa dan raga. Yang penting masih kontak sesekali, biar kangen terobati.. |
 | hikks....:(
Kak Viena jadi buat vina sedih juga nih,..*teringatt,....:( waktu vina pas mau berangkatt juga merasakan hal perpisahan yg bikinn ..bikinnn...sesak tenggorokan....sedihh....berpisah dgn org2 yg dkt ma kita dan kita sayangi....
hhm...vina juga bisa merasakan kebersamaan yg dekatt melalui Mp ini kak vien,....:) apalagi yg pertama ngajak vina kesini kan.....ehm...( kak viena....^_^ ) :-* |
 | yang lebih menyakitkan adalah perpisahan diakibatkan masalah yang ada dalam hubungan persahabatan yang memaksa kita untuk berpisah dengan sahabat kita itu. dan yang paling menyakitkan adalah perpisahan yang disebabkan oleh kematian. sahabat sejati adalah sahabat yang kehadirannya menentramkan dan ketiadaannya merindukan.
*hiks hiks hiks...
ada yang punya tissue? |
 | elazhar wrote on Apr 3, edited on Apr 3 indahnya kalimat itu. moga saya bisa menjadi sahabat sejati bagi siapapun.
*sambil kasih tissue sekotak buat Heri. (haa ? jgn diabisin dong Her..)  AMIN. aku gak habisin kok mbak. disimpen aja buat persediaan.
|
 | Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.... bagus buguru........ renungannya.... |
 | sometimes...aku lbh senang meninggalkan drpd ditinggalkan...karena perpisahan ...uhuk...uhuk...uhukk... |
 | Nuuunk....kok batuk sih ? ;p *ambilin obat buat nunk*
jangan tinggalin aku yaa....ntar aku ikutan batuk. hehehe....
|
 | Ketika tiba saat perpisahan janganlah kau berduka, sebab apa yang paling kau kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran........ |
 | Bu Guru ada lyrics bagus nih ane share ya,, hiks hiks mengharukan,,,
Pagiku cerahku matahari bersinar kugendong tas merahku di pundak selamat pagi semua kunantikan dirimu di depan kelasku menantikan kami
Guruku tersayang guruku tercinta tanpamu apa jadinya aku tak bisa baca tulis mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku nakalnya diriku kadang buatmu marah namun segala maaf kau berikan
konon kabarnya lagu ini ditulis oleh syifa.rp (usia 7 tahun), mohon dikoreksi kalau ane keliru :)
|
 | iya mengharukan liriknya. nadanya gimana nih ? *penasaran* upload dunk playlistnya...
|
 | udah ane aplod bu vi3nzz, silahkan didengarkan, didonlot juga boleh hehe tapi jangan lupa mbayar royalti : ) |
 | perpisahan itu sebuah keniscayaan mbak.... |
 | begitulah kiranya. sebuah keniscayaan yang menyesakkan. |
 | wah..saya sampai mengharu biru nih mbak.. |
 | ah..sy juga selalu sedih jika membaca segala jenis tulisan berbau 'perpisahan'. *sigh* |
 | Iya mbk perpisahan antara jiwa dan raga pasti dtng, hanya wktnya sja yg tdk sma mari kt sll memanjatkan doa"Ya Allah berikanlah km keselamatan dlm beragama, kesehatan jasmani dan rohani, Ilmu yg bermanfaat, keberkahan rizki, taubatan sblm maut, rahmatan stlh maut, ampunan stlh maut dan ringankanlah km dlm menghadapi sakaratul maut, dan jauhkanlah km dr api neraka. smg kt siap kpn saja menghadapi perpisahan dg dunia yg fana ini......amin |
 | Allahumma amiin... Jazakillah atas do'a yang ibu Zur titip disini. Moga mengekalkan cinta di hati kita ya, meski raga belum bersua.
*bu Zur, sudah sy add MP-nya kok belum di approve ya?* |
Comment deleted at the request of the author.
 | Mbk vien, Insya Allah skrng MP dah di approve kalee krn td garingnya krng satu tp dah sy koreksi. |
| |