Ahad malam [ 270408 ], puluhan pasang telinga tersihir demi mendengar lantunan Qur'an yang dibaca secara medley. Bagai mendengar belasan reciter tingkat dunia berjejer adu kemampuan, jama'ah begitu sontak hening..terpekur, sambil berulang melafadazkan 'asma Allah.Ba'da 'Isya tepat acara itu dimulai.Bau wewangian khas Timur Tengah bertebaran di masjid Mirabooka bertingkat dua lantai yang mayoritas dipenuhi wajah-wajah arab. Wanitanya berabaya hitam, hidung mancung, bulu mata lentik, jelita jika dipandang. Kaum pria sepintas saja lalu lalang di bawah sebelum acara dimulai, kebanyakan berpakaian gamis atau ala pakistan dan tentu saja berjanggut panjang menghiasi wajah teduh mereka. Aku menyapa jama'ah di sebelah kiriku. Dua akhwat bertubuh tinggi besar yang begitu khusyu' dalam isya'nya barusan adalah muslimah asal Bosnia. Mereka sungguh tertib di dalam masjid. Ketika acara hendak dimulai, salah satunya bertepuk tangan agar jama'ah lainnya segera diam dan mendengarkan. Di kananku, nampak tiga mahasiswi merapat ke sisiku. Cantik-cantik dan tertutup rapat. Kusapa mereka dalam bahasa inggris yang agak terbata, menanyakan darimana asalnya. Rupanya ada yang mengenaliku. Ahaa, pantas saja sedari tadi aku merasa di perhatikan. *ge-er mode ON*. Ternyata ia pernah hadir dalam Qur'an Class di musholla Curtin Uni, dahulu saat aku belajar mengajar tahsin bagi mahasiswi disana.Adalah Syaikh Saad Nomani yang menjadi bintang tamu malam itu.Beliau masih belia, baru 27 tahun. Usia 15 sudah tuntas menghafal seluruh isi Al-Qur'an. Ijazah ilmu Qur'an dan Haditsnya setumpuk. Kini berprofesi sebagai pengajar Qur'an di Madinah Almunawwarah. Keistimewaannya, beliau mampu meniru suara para Syaikh Qur'an hampir sebanyak 75 gaya bacaan. Banyak yang nyaris mirip !Berulang kali Ibu Yessi, yang mengajakku ke tempat itu, menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku pun tertular. Sebuah tanda yang sama, atas kekaguman tak terkira dari kemampuan Syaikh Saad yang mudah berganti-ganti suara. Kadang berat dan rendah, kemudian berganti tinggi dan cepat. Berayun-ayun intonasinya, jernih dan jelas pengucapan ahkam tajwidnya. Subhanallah.Cuplikan ayat-ayat Allah dibaca penuh perasaan dan tartil. Tepat ketika surat favoritku dibaca, dengan meniru bacaan Syaikh Mishary Rashid, gemuruh di dada tak bisa lagi kutahan. Pandanganku kabur. Akhirnya terurai juga airmata yang kutahan sejak tadi.Dalam senyapnya suasana, kulihat jama'ah banyak yang menunduk. Tekun mendengarkan penuh perasaan. Hanyut dalam buaian lafadz indah surat cinta Allah pada hambaNya. Rangkaian tilawah ini akhirnya ditutup dengan bacaan Syaikh Abdurrahman As-sudais, Imam Masjidil Haram, yang terkenal dengan ketinggian nada suaranya itu. Lengkap pula dengan bacaan takbir yang mengiringi, layaknya beliau berdiri sebagai Imam sholat di depan Ka'bah. Aku memejamkan mata beberapa saat. Menerawang jauh, membayangkan suasana Al-Haram hadir di hati. Langitnya yang bersih di waktu shubuh, jama'ah yang sibuk thawaf dan berdzikir, lantainya yang dingin, aroma hajar aswad di sekitar, serta bangunan kubus berselimut hitam yang menyatukan umat islam sedunia itu....ah dalam beberapa menit jiwaku serasa betul-betul melayang kesana.Sobats MPers ingin tahu rasanya ?Klik disini, di mari atau yang ini.Lalu pejamkanlah mata, hadirkan kekhusyu'an hati, bayangkan suasana sholat berjama'ah di mana sobats pernah mengalami masa-masa berkesan disana. Bagi yang pernah ke Mekkah atau Madinah niscaya bisa membangkitkan nostalgia yang selalu membuat rindu seumur hidup agar kembali lagi ke sana. InsyaAllah.
 | Sy dtg terlambat ke Mirrabooka, tp malah untung dpt tempat yg lurus tepat di depan Syaikh Nomani... dan pas sebelah speaker... I saw and heard everything clearly... It was amazing indeed... |
 | terlambat ? banyak undangan makan-makan ya stadz...;p |
 | Subhanallah..ikut meluncur ke TKP... |
 | running video dsini butuh waktu lumayan lama buat buffernya nih ..hiks |
 | mbak.. cara nulis mbak bagus bangetttt aku suka banget.. tapi kayaknya terilhami dari tulisan edensor ya..:D nggak juga gpp/ andaikata mbak bisa buat novel tentang islam di perth akan sangat indah tuh mbak. mau kok jadi editornya..:d |
 | vi3nzz wrote on Apr 30, edited on Apr 30 huahaha....ngerayu apa ngeledek nih Yud...;)) Mungkin juga Andera mengilhami, secara aku nge-fans berat sama gaya tulisannya. Bicara ttg novel, bukannya dirimu duluan yang dah siap mo launching ? C'mon, ntar aku tiru deh jejakmu. |
 | ngapain aku ngeledek mbak? aku sampai merinding baca tulisan mbak.. |
 | mungkin karena ditulisnya dengan hati yang masih diselimuti keterpukauan pada acara penuh kesan itu. |
 | jejakku? insya allah aku akan berusaha untuk fokus lagi.. ini sekarang bacaan yudi dah novel mulu mbak..:D edensor, paradise, the kite runner, karbala, ipung, hehehe dll deh mbak..:D rencananya pengen di bukuin yang di blog aja tags renungan..tapi kagak tau deh dananya dari mana.. pokoknya aku dukung mbak..
*oia yudi mulai hari ini resign dari warnet...:) |
 | kirim proposalnya aja ke akyu... InsyaAllah siap bantu masalah dana. No worries lah...;) |
 | wahhh subhanallah..:) emang yang namanya mbak ini ....:) |
 | subhanallh sampe merinding baca tulisannya mba...nih ikutan dengerin juga lantunan Qur'an |
 | apalagi kalo ikutan live shownya mbak... wuii...merinding plus plus. ;) |
 | mendengarkan tilawah yang tartil memang selalu mengesankan... pada hari yg sama, namun di awal paginya, saya sedang berjamaah bersama seorang ustadz dalam suatu qiyamul lail... bacaannya membangkitkan semangat tuk semakin menghafal Quran, dan semakin membacanya. |
 | Karena itu salah satu adab tilawah adlh mengeluarkan suara kita yang paling merdu ketika membaca Qur'an. Selain sbg bentuk penghormatan terhadap Kalam Allah, juga akan membuat pendengar tergugah untuk membaca dgn tartil, dan menghafalnya.
Moga selalu semangat ya akh.. |
 | Sungguh beruntung ya.... di negeri orang yg mayoritas penduduknya bukan muslim bisa nemu yang 'menyejukkan' .... Yang di Indonesia bahkan kadang2 hal - hal seperti itu terlewatkan... |
 | subhanallah, bersyukur benar dapat menikmatinya, Mbak ... |
 | Ya Alhamdulillah. Memang harus diupayakan betul dari pribadi untuk mencari dan mengikuti acara-acara positif yang bisa meningkatkan iman. Mngkn krn disini kita minoritas juga, jadi jika ada acara langka spt itu harus "dikejar".. |
| |