Sepotong kalimat diatas selalu saja terbersit di kepalaku ketika menjumpai satu noda jama'ah. Mirisnya noda itu kadang diriku jua yang membuatnya. Keterpurukan, keberpalingan, kelalaian, kerap melingkari aktivitas seorang da'i yang bagaimana pun adalah manusia biasa. Godaan duniawi yang bertubi-tubi dahsyatnya seringkali dengan kejam merenggut syu'ur seorang ikhwah. Setelah jerih payah membangun karakter dalam kurun waktu yang tidak singkat, jatuh bangun dalam kancah dakwah baik berjama'ah maupun fardhi, ada saja yang kemudian berhenti di tengah jalan, berpaling pada jalan yang lebih ringan atau bahkan hanyut terbawa arus zaman.
Masih segar di ingatan, ketika aku memutuskan untuk mulai berbenah diri. Beberapa belas tahun lalu, dalam suasana penuh romantika masa remaja. Bergabung dalam sebuah majlis ilmu sepekan sekali yang diberi istilah “tarbiyah”. Begitu eksklusif dan berkesan keren bagiku, karena jumlah pesertanya yang terbatas. Meski diri masih compang camping dalam penampilan, lisan masih tak terkendali dan adab pergaulan dengan lawan jenis tak dipatuhi. Tak jarang kami begitu nampak alim sepulang tarbiyah, namun esok hari bagai menguap seluruh norma dan kaidah yang ditanam di benak kami sebelumnya.
Tapi rutinitas itu dengan tekun tetap kuikuti. Ada sebuah bisikan dalam hati bahwa aku harus selalu ada dalam kegiatan tarbiyah ini. Entah sampai kapan. Entah dimana aku berpijak. Keyakinan bahwa inilah salah satu kegiatan yang sangat berperan dalam menjaga iman muncul begitu saja. Demikian awalnya keterikatan itu mulai terjalin. Sepekan sekali mengisi ulang ruhani, menambah wawasan, menjalin silaturrahim serta berusaha menepati amalan yaumiyyah. Perlahan tapi pasti waktu mulai menunjukkan perubahannya padaku. Dari berpenampilan sekenanya menjadi lebih rapi dan tertutup. Dari sekedar mengetahui ilmu agama, menjadi paham. Dari sekedarnya dalam beramal ibadah, menjadi bergairah dalam menambah amalan sunnah. Dari mengikuti menjadi terlibat. Dari dinasehati kadang berubah peran sebagai penasihat. Menjadi mad’u sekaligus da’i. Hey, bukankan kita semua adalah da’i sebelum menjadi sesuatu ?
Sedikit tapi pasti, grafik tsaqofah beranjak naik. Ruhiyah yang tak stabil mulai dijaga untuk tidak terlalu anjlok. Kulihat saat itu aku tidak sendiri. Aku bagaikan sekeping mozaik dari kumpulan jama’ah yang beraneka warna. Begitu kau mampu melihat keindahan yang akan terpancar dari bentuk kesatuannya, maka kau tak ingin melepaskan diri dari kumpulan itu. Saat itulah kita akan dengan rela memperjuangkan integritas kita sebagai muslim. Kerelaan yang berpijak kokoh pada landasan cinta terhadap Rabbul ‘Izzati.
Namun tidak ada perjalanan yang selalu mulus rupanya. Perjalanan dakwah yang berliku dan penuh duri seringkali membuat sang musafir kepayahan. Fenomena cairnya militansi berislam mulai merambah di era mu’assasi. (baca: berpartai). Banyak fakta di lapangan menunjukkan bahwa semarak dakwah di negeri ini pada era 80 hingga 90 awal sudah sulit dicari nuansanya. Meski secara kuantitas pertumbuhan gairah beragama meningkat pesat, namun kualitas seperti mereka yang berhijrah di tahun-tahun sulit masih segelintir saja. Sungguh ini bukan mengekploitasi fakta sobats…Tapi dalam ketertegunanku menatap barisan ini, aku mendapati(ku) dan mereka, mulai terbiasa tarik menarik dengan zaman. Tarikan itu kadang sedemikian kuat sehingga mampu menguras isi hati, melenakan akal, dan mengaburkan pandangan. Lunturlah kemudian militansi yang mestinya kita mampu mengejarnya dengan upaya yang maksimal. Seharusnya kita memang harus merasa bersalah jika proses pendakian tangga militansi itu terhenti bukan karena kita tidak mampu, tapi hanya karena kita tidak sungguh-sungguh menggapainya.
Dibalik itu semua, ada satu hal penting yang aku renungi dan camkan dalam hati yang terpatri hingga kini. Menyusuri jalanan yang pangkalnya jauh sedang ujungnya belum tiba ini bukanlah mudah. Jatuh bangunnya kita mestinya bukan menjadi penghalang dalam melaju pasti. Aku memang bersama jama’ah manusia, bukan jama'ah malaikat. Noda-noda itu pastilah melekat. Tapi sekali lagi, satu yang bisa membuatku tegak. Yaitu kalimat pada judul diatas. Karena itu, izinkanlah aku menyempurnakan kalimat Syaikh Musthafa Masyhur tersebut, bahwasanya…
“Tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segalanya berawal dari Tarbiyah.”
 | Ya tarbiyah dalam arti yang sempit memang bukanlah segalanya, tetapi hidup ini sendiri sebetulnya proses tarbiyah, Tarbiyatul alal Islam wa alam. |
 | Subhanallah...
semoga Allah menambahkan lebih ilmu2 bermanfaat buat mba vi3n ,agar dapat berbagi kepada kami dan teman2 lainnya.
TFS mba... |
 | Duuuh kalimat terakhir itu...begitu penuh kenangan... |
 | jadi rindu "ngaji" lagi................. apalagi ketika kemarin bertemu ustadz hilmi......duh.....ustdz yang subhanallah.... |
 | soale tarbiyah yang manaaaa?
saya liat kesulitan2 yang terbit dikarenakan dasar dan landasan tarbiyah di indonesia ini: anak2 terlebih dahulu musti belajar tulis baca dan berhitung padahal seharusnya yang diutamakan adalah tauhied, mengenalkan Allah sebagai Rabb yang yang patut di ibadahi, dengan kata asingnya tauhied rububiyah dan uluhiyah.
dengan dasar dan landasan ini sikap dan sepak terjang seseorang akan otomatis islami. kerna saya yakin sikap dan tindakan seseorang itu diazasi oleh apa yang tertanam di hatinya. kalo sekuler duluan diajarkan maka islam hanya sebagai pakaian, dipake manakala perlu azza, atau hanya rutinitasnya azza. islam dipake waktu shalat, ya manakala mengerjakan ritualnya azza.
dimana pendidikan yang pertama? di rumah! ibu adalah sekolah yang utama dan pertama. siapkan muslimah jadi madrasah yang pertama bagi anak2 kita. insya Allah! mulai dengan bismi-lLah!
|
 | molekum tarbiyah seru ya mau dong ikut tapi gak pernah ada yang ajak hiks |
 | Udah lama enggak ngaji, jadi harus ngaji lagi nih. Cuma masalahnya, kalau udah berhenti mau mulai lagi susah ya, ada saran mbak? |
 | Just wanna say : Hamasah Mba !! dimana ada niat..insya Allah di situ ada jalan menuju kbaikan... ^_^ |
 | saya juga pernah ngaji ma anak HT tapi mama bilang mereka radikal jadinya keluar deh dengan terpaksa padahal mereka baik saya sempat tahu tentang konsep KHILAFAH mereka tapi sekrang gak ngaji lagi rindu juga... hiks |
 | amanata wrote on May 7, edited on May 7 duh... jadi pengen "ngebut" neh..... TFS ya mba.. ^_^ |
 | Insya Allah yang diinginkan adalah agar seorang mukmin menjadi mukmin yang lebih baik, dengan memberikannya kesempatan bergaul dengan manusia dan bersabar bersama mereka.
"Mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan (dampak negatif) mereka, lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak bersabar atas gangguan mereka" (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Bukankah seorang siswa SD tidak akan naik ke SMP tanpa lulus ujian? :) |
 | terima kasih, telah mencerahkan, syukron :) |
 | jadi rindu "ngaji" lagi................. apalagi ketika kemarin bertemu ustadz hilmi..  Ayoo...."ngaji" lagi... belom telat kok akh.., apalagi dah di 'pompa' sama ust. Hilmi.. mantab pastinya ! |
 | vi3nzz wrote on May 7, edited on May 7 tapi sekrang gak ngaji lagi rindu juga... hiks  Ngaji sama siapa saja selama bisa meningkatkan iman, ilmu dan amal jalani saja. Nanti kita akan bisa memilah dan memilih mana yang sesuai Al-Qur'an dan Rasul, mana yang tidak. Mana yang mngedepankan pertengahan sebagai jalan terbaik mana yg tidak.
Moga rindunya tertunaikan kelak..:)
*kalu tinggal deket aku, udah tak ajakk....yuukk ? |
 | vi3nzz wrote on May 7, edited on May 7 wew....melesat ke TKP...
*ga sabar juga bisa nonton film utuhnya..trailernya aja dah bikin berkaca-kaca* |
 | makasih ya mba..sudah mengingatkan.... |
 | yup setuju ukh... Tarbiyah hanya sebagai gerbang pembuka, selanjutnya terserah pada qta untuk terus menapaki dan menyelaminya or hanya sekedar sbg pembuka sekaligus penutup TFS ya ukh |
 | Mau Nangissss buuu... tulisan yang ibu kasih comment memang sedang menguji komitmen saya... Jzk.. ta posting di milis ya??? bisa..??? |
 | iya lagi heboh nih.. didunia ke-"Tarbiyah"-an.. rasanya perlu menghilangkan demam AAC dengan film2 seperti ini (nyinggung diri sendiri) ^_^ |
 | jadi inget masa-masa Aliyah... semangat!!! harapan masih ada, tantangan semakin berat... jalan masih sangat jauuuh... Qul aaantu tsummastaqim!!! |
 | kata ust rahmat alm.... kalo dulu, nunggu talim yang dipegang itu quran kecil... ikhwan ma akhwat nya pada sibuk baca quran sambil nunggu........tapi kalo sekarang.... yg dipegang HP......pada sibuk sms.....
jaman emang berubah..... |
 | duh....ana jadi rindu ngaji seperti waktu kuliah di syariah dulu. |
 | Bagi saya, yang segala-galanya itu Islam. Tarbiyah (sebagai harakah) adalah salah satu pendekatannya. Semoga Allah memberi kita kekuatan menetapi kebenaran dan kesabaran. |
 | Subhanallah kalo baca comment2 diatas,serasa multiply dihuni ikhwah tarbiyah semua....jadi gimana gitu ya;-D mdh2n diantara qt slalu slg mengingatkan, slg mencintai krn ALLAH ta'ala, amar ma'ruf nahi munkar... |
 | agk1 wrote on May 7, edited on May 7 Gerakan tarbiyah mmg luar biasa. Ia membawa energi baru yg sgt besar bagi Muslimin di Indonesia. Ia membangun komitmen bagi yg belum, meluruskan yg masih zig-zag, memperindah apa yg bisa diperindah. Mudah2an energi ini tetap terjaga, dan tak meluap dalam ekses politik berlebihan...
Hebat ustadzah, tulisannya sangat kuat dan kontemplatif... |
 | Ukhuwah dalam tarbiyah, seperti seutas tasbih, ada awal, tiada penghujungnya, dicipta untuk mengingatNYA, dibagi untuk cintaNYA, diratib demi ridhoNYA.
Sungguh ane mengenal tarbiyah dari seseorang yang belum sempat ane mengucapkan terimakasih, keburu pergi. semoga pahala amal yang ane kerjakan mengalir juga untuknya.. Amin |
 | vi3nzz wrote on May 7, edited on May 8 Ia membangun komitmen bagi yg belum, meluruskan yg masih zig-zag, memperindah apa yg bisa diperindah. Mudah2an energi ini tetap terjaga, dan tak meluap dalam ekses politik berlebihan...
Hebat ustadzah, tulisannya sangat kuat dan kontemplatif...  Hmmm... sebuah pandangan yang mendebarkan dari seorang yang berilmu tinggi dalam perpolitikan.
Jazakallah bi ahsanil jazaa, atas komen dan komplimennya Ustadz..:) |
 | :) nggak mau ikut bagian kak./. |
 | bagian apa nii...? *mikir apa maunya Yudi* ;) |
 | yaa bagian dari diskusi kak..:) |
 | Mbak Vie.. makasih banyak yah.. postingannya bermanfaat banget buat daku... *gleks* daku jadi ingat kadang keminderan sendiri ikutin tarbiyah karena kecompang-campinganku, tapi aku mau belajar dari mbak.. untuk tetap dan terus semangat... Thanks banyak banyak mbak Vie... T_T *mewek mode: ON* |
 | Subhanallah!, saudaraq. apa yang kau alami sama seperti yang ku alami. sebuah ikatan indah ukhuwah dalam jamaah, ketulusan, pengorbanan, tangis, airmata, darah, bahkan nyawa.....Subhanallah. Semoga Allah meneguhkan kita di jalan dakwah ini, seperti doa robithoh yang sering kita panjatkan |
 | jadilah kalian cotar dan cetar! :) |
 | daku jadi ingat kadang keminderan sendiri ikutin tarbiyah karena kecompang-campinganku, tapi aku mau belajar dari mbak.. untuk tetap dan terus semangat... Thanks banyak banyak mbak Vie...  kadang saya juga masih minder kok win... aib menumpuk, amalan tertatih, penyakit hati mendera.  Sama-sama belajar ya Win..Moga kita bisa sll istiqomah. |
 | “Tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segalanya berawal dari Tarbiyah.” tarbiyah sendi perjuanganku...:) |
 | Makanya gabung di JT["Jama'ah Tarbiyah"], biar tahu arah perjuangan HT["Hizbut Tarbiyah"]
Kak...aku udah jadi temen di MP-nya belom? kayaknya belom y? |
 | Makanya gabung di JT["Jama'ah Tarbiyah"], biar tahu arah perjuangan HT["Hizbut Tarbiyah"]
Kak...aku udah jadi temen di MP-nya belom? kayaknya belom y?  Aya-aya wae singkatannya wan.... Aku udah invite dari dulu..., tapi sekarang dah masuk kok. Afwan, buat onlen sempit terus waktunya. Padahal mau denger laporan pandangan mata ttg situasi pergerakan terkini darimu...:) |
 | Seorang mukmin tidak mengabdi kepada Allah untuk menjadikan dirinya terhormat, akan tetapi ia akan terhormat karena dirinya mengabdi kepada Allah. |
 | saya lagi mencarikan ikhwan yang tinggal sekitar beji teman ngaji. hahahahaha. udah ada liqo dan MR-nya, yang belum ada temennya. ayo... ayo... yang mau ikutan PM ke saya... ikhwan lho... bukan akhwat... catatan: liqo untuk pemula tapi yang tidak terlalu awan dengan ajaran agama--- boleh yan jomblo boleh yang udah baru rumah tangga-- pokoknya semua boleh asal punya semanmgat untuk ngaji! |
 | wuaahh ada promosi halaqoh tuuh... Hayoo yang pada lesu 'diatas', yang rindu ngaji, yang ingin duduk melingkar, yang 'haus' ilmu, yang mau berkah silaturrahim, yang pengen ngumpulin tabungan akhirat, yang sayang anak, yang haus, karacang-karacang,...(lho ? et dah jd jualan..  ) |
 | alhamdulillah. alangkah baik jika dimulai dengan tashfiyah. baru kemudian dilanjutkan dengan tarbiyah... :) |
 | Jazakillah Ze, atas pencerahannya...:)
salam kenal yaa... |
 | zemoza wrote on May 28, edited on May 28 iya, waiyyaki mbak... salam kenal juga, hehe... :) |
 | •Mushtafa Masyhur: “Berbagai peristiwa dan perjalanan waktu menjadi saksi bahwa perhatian terhadap tarbiyah menjadi penentu bagi kadar kemurnian, kesinambungan, dan perkembangan harakah. Ia juga menjadi ukuran bagi sejauh mana keterpaduan di antara anggota-anggotanya, persatuan shafnya, kerjasamanya, kinerjanya, serta produktivitas dan efektivitas potensi yang dicurahkan, harta yang diinfakkan, dan waktu yang dihabiskan. Sebaliknya, bila aspek tarbiyah ditelantarkan atau kurang mendapat perhatian, maka akan nampak kelemahan dan keguncangan dalam barisan, muncul benih-benih permusuhan dan perpecahan, kinerja semakin melemah dan produktivitas semakin menurun.”
Dan ...Salah satu pilar kesuksesan tarbiyah adalah Murobbi. Mersiapkan murobbi yang produktif berarti menciptakan sebuah tarbiyah yang muntijah ...
Ditunggu tulisan tentang "murobbi" nya nih ..innal ikhwah laa budda ayyakuuna murobbiyyan.. |
 | SubhanaLlah, betapa kokoh barisan kita jika aspek tarbiyah terjaga kerapihannya.
Mengenai tulisan ttg murobbi produktif, diserahkan pada ahlinya sajalah. Yang lebih banyak memiliki pengalaman dan pengamatan yang terukur. Ditunggu serial "Murobbi Produktif"nya ya Ustadz....:)
|
 | vi3nzz wrote on Oct 10, edited on Oct 10 hehe..bukannya kebalik..., moga Mas Hart yang ga bosen berkeliling di sini. *you are most welcome bro..:), take ur time in my site*
|
 | kyknya gak nunggu senin deh..gprsnya lg bagus nih.. kalo baca2 dan koment yg tak sebanyak yg ingin kutulis di PM bisa lah |
| |