Bukanlah orang asing itu yang berpisah dari negerinya. Tetapi orang asing itu adalah orang yang melihat manusia di sekitarnya bermain-main, ia membangunkan manusia sekitarnya yang tertidur, dan ia di atas jalan kebaikan ketika manusia di sekitarnya terbawa kesesatan. Benarlah perkataan penyair, ketika ia berkata:
Seorang sahabat berkata, engkau terlihat asing ..... Di antara manusia, engkau tidak memiliki kekasih ....... Aku berkata: sekali-kali tidak, bahkan manusia itulah yang terasing ..... Aku berada pada duniaNya dan mendapat petunjuk di atas jalanNya ...... Demikianlah orang terasing. Orang terasing di sisi manusia ia laksana terpenjara, tetapi ia mulia di sisi Rabb mereka.