Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu bertemu dalam ketaatan bersatu dalam perjuangan menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya kekalkanlah cintanya tunjukilah jalan-jalannya terangilah dengan cahayaMu yang tiada pernah padam Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu hidupkan dengan ma'rifatMu matikan dalam syahid di jalan Mu Engkaulah pelindung dan pembela
************
*Aku mencintai kalian karena Allah...*
| Rabithah | | D.T.AK | | IZZATUL ISLAM | |
Keimanan menjadi penentu bagi tiap mukmin untuk mengoptimalkan ruh ibadah di bulan Ramadhan. Puasa sebagai ibadah utama di bulan suci juga melambangkan kesyukuran kita atas karunia tertinggi Allah itu, yakni : Iman. Rangkaian do'a khusus di bulan Ramadhan yang memenuhi langit dunia ketika kita Shoum hendaknya betul-betul diresapi maknanya. Terutama yang berkaitan dengan harapan untuk kehidupan akhirat. Seperti biasa Taujih Ust. AA, penuh metafora.., berbobot dan selalu menggugah semangat ibadah. Apakah itu Shaum, Sholat, Tilawah, maupun Qiyam. Lagi-lagi terimakasih tak terhingga pada akh Wanda Yulianto, yang begitu rajin mengirimi rekaman Ustadz Abdul 'Aziz. Moga jika ada pahala dari tiap hati yang tercerahkan, niscaya mengalir juga untukmu. JazakaLlah bi ahsanil jazaa...
Alangkah indahnya hidup ini Andai dapat kutatap wajahmu 'Kan pasti mengalir air mataku Karena pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup ini Andai dapat kukecup tanganmu Moga mengalir keberkatan dalam diriku Untuk mengikut jejak langkahmu
Ya Rasulallah, Ya Habiballah Tak pernah kutatap wajahmu Ya Rasulallah, Ya Habiballah Kami rindu padamu
Allahumma sholli 'alaa Muhammad Ya Robbi sholli 'alaihi wassalim
Alangkah indahnya hidup ini Andai dapat kudekap dirimu Tiada kata yang dapat aku ucapkan Hanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada ummat Umati umati Kutahu bimbangnya kau tentang kami Syafa'atkan kami
Ya Rasulallah, Ya Habiballah Terimalah kami sebagai umatmu Ya Rasulallah, Ya Habiballah Kurniakanlah syafa'atmu
*lagi-lagi rindu tak terperi melandaku pada RasuluLlah saw....*
Dari beberapa taujih Ustadz AA, rekaman yang baru saya terima ini sungguh menyentuh realita yang kita alami sekarang. Beliau mengingatkan, bahwa dari berbagai cobaan dunia yang menimpa umat manusia, yaitu kelaparan, ketakutan, kemiskinan, perginya orang-orang terkasih di sekeliling kita, itu hanyalah sebagian kecil saja jika dibanding rahmat dan nikmat Allah SWT.
Sebegaimana Umar bin Khattab ra berujar, "Selama musibah itu tidak menimpa agamaku, maka musibah itu merupakan sesuatu yang kecil." Dan ingatlah, selalu ada kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar menghadapi setiap musibah dan ujian, yaitu Jannatu na'iim. InsyaAllah.
Selamat menyimak, semoga dapat meningkatkan iman dan amal kita.
PS : Maaf, ini postingan yang diupload lagi setelah sebelumnya gagal. Mohon laporannya jika masih tak terdengar dengan jelas ya.
In Sa'altu an Ilaahi Fa hua Rahman ar-Raheem Anzala Shara'a Haneefa Rahmatan lil-'Alameen Rahmatan lil-'Alameen
In Sa'altu an Kitaabi Fa hua Qur'an ul-Kareem Damma Dustur al-Hayaathi Wa hawa nur al-Mubeen Wa hawa nur al-Mubeen
If you ask me who my God is On whose Name I call If you ask me who my God is He's the God of us all Allah, The Merciful
If you ask me what my Book is That I hold in my hand If you ask me what my Book is It's the Holy Qur'an The Holy Qur'an
In Sa'altu an Nabi Fa hua Insaan un-Adheem Allaman ma Saluman Jama'a dun Ya Wadeen Jama'a dn Ya Wadeen
In Sa'altu an Naduwi Fa hua Shaytaan ur-Rajeem Khailun yadu'uli Kufurin Wa yu'id ul-Mu'tadeen Wa yu'id ul-Mu'tadeen
If you ask me who my Prophet is I will say Haven't you heard? His name is Muhammad (Salallahu 'Alayhi Wa Sallam) A Mercy to the Worlds A Mercy to the Worlds
If you ask me who my enemy is I will say Don't you know ? If you ask me who my enemy is It's that same old devil That same old devil
In Sa'altu an Ilaahi Fa hua Rahman ar-Raheem In Sa'altu an Kitaabi Fa hua Qur'an ul-Kareem
In Sa'altu an Nabi Fa hua Isaan un-Adheem In Sa'altu an Naduwi Fahuwa Syathaan ur-rajeem
| If You Ask Me | | Footsteps In the Light | | Yusuf Islam | |
Tiap menyimak Ust. Anis Matta berceramah (tentang materi apapun), selalu saja membuat telinga berdiri. Stand by dari awal hingga akhir kalimat, bagaimanapun kondisinya. Seperti kumpulan ikan di kolam yang bersiaga menerima lemparan remah dari pengunjung di tepian. Berlomba ingin mendapat kebaikan dari sebuah momen. Muatan materi yang disampaikan beliau selalu terasa hidup, mencerdaskan, memotivasi, segar dan membuat pencerahan baru. Mengulang-ulangnya bahkan tidak berkesan basi, atau membuat bosan. Dalam rekaman berdurasi kurang lebih 35 menit ini, Ust. Anis menyampaikan beberapa urgensi bedakwah di kalangan elit dan profesional, sebagai salah satu fondasi yang signifikan bagi pembentukan struktur masyarakat Islam. Dimana melalui kalangan ini, prospek bagi kemulusan jalan dakwah dapat terbentang lebih luas nantinya. Ada beberapa poin yang penting diperhatikan oleh mereka yang mengaku Du'at. Bahwa keikhlasan adalah modal utama dan tak dapat diganggu gugat itu pasti. Tapi satu hal lain yang perlu digarisbawahi adalah jangan sampai sekali-kali terjerumus dalam transaksi keuangan dengan kelompok elit. Karena inilah celah besar yang mempengaruhi posisi para Da'i nantinya. Well, just listen and action ! Nahnu Du'at Qobla Kulli Syaiin. PS : Jazakallah untuk akh BenQ, atas sharing playlist-nya..:) | Tarbiyah Islamiyah di kalangan profesional dan elit | | | | | |
Taujih ini kiriman seorang sahabat yang rajin mengikuti ta'lim Qur'an dengan Ust. Abdul 'Aziz. Ustadz AA, begitu biasanya saya dan teman-teman menyebut beliau, ketika masih digembleng dalam satu kelompok tahsin Qur'an secara intens. Ah, sekian lama sudah...
Akhirnya rindu itu sedikit terbayar setelah mendengar suara sang ustadz, walau sekedar rekaman seadanya. Cukuplah membakar energi untuk memperbaiki interaksi dengan Qur'an : tilawah, muraja'ah pun menghafalnya. Untuk kemudian tadabbur berikut aplikasinya...mengiringi, pelan tapi pasti.
Rencananya taujih ini akan saya posting secara berseri. Namun bukan berarti saling bersambung satu dengan yang lain. Soale, agak lupa juga urutannya waktu dikirim. Hiks, ketauan deh arsipnya ga rapi..;(
Taujih 01 ini membahas tentang berbagai motivasi dalam berinteraksi dengan Al-qur'an. Minimal ada tiga motivasinya yaitu : motivasi untuk ibadah, motivasi untuk berilmu dan motivasi untuk berdakwah. Adakah ketiganya menjadi motivasi kita untuk berdekatan dengan Qur'an ? Atau...salah satu saja dari 3 motivasi tersebut ? Jika demikian cukuplah untuk terus ditekuni. Asal jangan sampai tidak ada motivasi sama sekali.
| USt Abdul Aziz Abdul Rouf 22 juli 2007 | | | | | |
Taujih 02 Ust AA ini berisi tentang motivasi untuk selalu mengedepankan kesabaran dalam beramal. Sebagai contoh nyata adalah amal dakwah Nabi Nuh as. Selain itu, sebuah amal akan terasa hasilnya ketika kita bisa tekun menjalaninya secara rutin. Sesungguhnya Allah akan menunjukkan jalan kemudahan bagi siapa yang serius dalam beramal.
Berinteraksi dengan Al-Qur'an adalah salah satu amal ibadah yang membutuhkan kesabaran ekstra. Bagaimana tidak, jika dengan Al-qur'an itulah seorang muslim dituntut untuk memiliki 3 jenis kesabaran..yaitu : Sabar dalam keta'atan pada Allah, Sabar dalam menjaga diri dari maksi'at, dan Sabar dalam menghadapi musibah. Ketika kita pernah merasakan beratnya mujahadah dalam tilawah, menghafal dan mengajarkan pada orang lain, maka ketahuilah kita berada dalam kesabaran untuk ta'at pada Allah swt.
Happy listening, hope it will increase your patience with Kitabullah.
 | i'tiraf | Oct 8, '07 9:50 PM for everyone |
| |