ilalang's posts with tag: bacaan
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Setiap orang pasti punya warna favorit. Demikian halnya denganku. HIJAU, tanpa pikir panjang jawabku jika ditanya masalah warna. Namun sekian lama terpukau pada warna hijau nan indah, aku belum bisa menjelaskan alasan kecenderungan jiwaku itu. Sampai akhirnya kutemukan artikel, yang berhasil mewakili dengan sempurna, alasan pemilihan atas kenyamanan hati dan pandangku akan warna hijau. Sekali lagi kukatakan sempurna, karena begitulah setidaknya bayanganku terhadap nuansa tempat terindah yang kekal di akhirat nanti. :)
******* Ada banyak kata "hijau" di dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan menjelaskan akan keadaan penghuni jannah ataupun segala yang ada disekelilingnya, berupa kenikmatan, suasana, kesenangan, ketenangan jiwa. Kita bisa lihat di beberapa surat :
Mereka bertelekan (bertelekan: tiduran menyamping, tubuh lurus, dengan salah satu tangannya dilipat dan telapak tangannya menyangga kepala -pent) di atas bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah (QS. Al-Rahman: 76)
Mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau, dan sutra tebal, serta dipakaikan gelang dari perak kepada mereka. Dan Rabb mereka memberi minum mereka dengan minuman yang suci (Q.S. Al-Insan: 21)
Mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal (Q.S. Al-Kahf: 31)
Salah seorang pakar psikologi, Ardatsham, mengatakan, "Sesungguhnya pengaruh warna terhadap manusia sangat besar, dan saya pernah melakukan sejumlah penelitian dan menjelaskan bahwa warna berpengaruh terhadap kejiwaan dan semangat serta vitalitas kita; merasa panas; atau dingin; atau nyaman; atau bahagia; bahkan bisa berpengaruh terhadap kepribadian seseorang dan berpengaruh terhadap menyikapi kehidupan.
Dan warna bisa menjadi sebab relung jiwa yang dalam terpengaruh dengannya. Sebuah rumah sakit pernah mengundang sejumlah pakar untuk memberikan saran bagi warna dinding ruang pasien atau warna dinding rumah sakit, sehingga bisa banyak membantu dalam mengobati mereka. Rumah sakit juga meminta saran tentang warna yang terbaik untuk pakaian pasien. Sejumlah percobaan telah membuktikan bahwa warna kuning bisa membangkitkan semangat di syaraf pusat. Dan warna ungu dapat membangkitkan ketenangan.
Adapun warna biru, maka orang yang melihatnya akan merasa dingin. Sebaliknya, warna merah maka orang akan merasa panas atau gersang. Dan para pakar tersebut mengatakan bahwa warna yang bisa membangkitkan kebahagiaan, gembira, bersemangat hidup (bergairah) adalah warna hijau.
Oleh karena itu, warna yang utama dan sesuai untuk kamar atau ruang operasi, pakaian para ahli bedah dan pakaian pasien adalah warna hijau. Sebuah pengalaman unik akan kami kemukakan di sini bahwa ada sebuah pengalaman yang terjadi di London, Inggris, di kawasan Black Fryer yang dikenal dengan "kawasan bunuh diri" karena mayoritas kejadian bunuh diri banyak terjadi di kawasan ini. Kemudian diadakan perubahan warna dari warna gelap gurun ke warna hijau metalik. Dengan hal ini ternyata terjadi penurunan jumlah kejadian bunuh diri dengan sangat signifikan. Warna hijau juga bisa menjadikan pandangan mata nyaman.
Sumber : - ( Kitab: Ma'a Al-Thib fii Al-Qur'an Al-Karim, Dr. Abdul Hamid Diyab, Dr. Ahmad Qarquz, Mu'assasah Ulum Al-Qur'an, Dimasyq. ) - Thanks to akh Abdurrahman Dzakiy, for copas from his blog...:)
Barusan baca kisah ini di inbox emaiku... Miris, karena ketidakadilan harus ditelan bulat-bulat, sampai tidak terasa pahitnya, oleh siswa-siswa daerah ini. Prihatin, terhadap ketidakberdayaan guru yang akhirnya memilih jalan pintas dengan berlaku curang. Sungguh sangat bertolak belakang dengan kemuliaan profesinya. Geram, memikirkan ulah aparat yang bertindak norak dengan mengedepankan kekerasan. Kasihan, pada orangtua yang menaruh harapan besar pada buah hatinya....
KASUS UJIAN NASIONAL
Kelengangan Jalan Galang, Lubuk Pakam, pecah. Rabu (23/4) pukul 13.30 ledakan keras dari pucuk senapan menyalak di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang. Sekelompok orang berpakaian sipil, tetapi bersenjata, membuka paksa sebuah ruangan di sana. Para pendobrak pintu itu ternyata anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut). Guru yang ada di dalam ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Bimbingan Konseling (BK) kaget. G Sianturi, guru bidang studi Ekonomi, hanya diam. Dia tak menduga ada petugas berpakaian sipil merangsek masuk ruangan. Petugas memergoki para guru membetulkan lembar jawaban siswa peserta ujian nasional (UN). Tanpa banyak kata, mereka menyita 284 lembar jawaban siswa, pensil, penggaris, dan peruncing pensil. Para guru gemetar, sebagian menangis. Tiga hari sudah berlalu, tetapi Sianturi mengaku masih shock. Dia mengatakan hanya ingin membantu siswa yang kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. Diakuinya semua direncanakan para guru. Pada saat para siswa terlihat tidak bisa mengerjakan soal, guru-guru akan membantu membetulkan jawaban. "Kami terpaksa," katanya. Bahasa Inggris adalah mata ujian pertama yang dijadwalkan pukul 08.00-10.00 hari itu. Begitu soal dan lembar jawaban terkumpul, empat guru Bahasa Inggris membuat kunci jawaban dan 16 guru kemudian "ngebut" membetulkan ulang lembar jawaban 284 siswa di ruang UKS dan BK tadi. Sementara itu, siswa meneruskan mata ujian kedua: Kimia (untuk siswa jurusan IPA), Geografi (jurusan IPS), dan Sastra Indonesia (jurusan Bahasa). Sianturi menuturkan, guru terpaksa membantu karena kasihan siswa tak mampu mengerjakan ujian Bahasa Inggris. Mereka sudah memprediksi anak didiknya akan mengalami kesulitan meski sebelum UN, siswa sudah menjalani uji coba soal ujian dua kali. Hasil uji coba memang mengkhawatirkan. Itulah mengapa muncul ide untuk membantu siswa. Sayangnya, cara mereka justru mengubur makna pendidikan itu sendiri. Para guru sadar, pilihan mereka merupakan tindakan keliru. "Kami sudah mengajarinya tiga tahun. Kalau mereka gagal UN, kasihan orangtuanya, kan," katanya. Ia menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Meski enggan bicara, Kepala SMAN 2 Lubuk Pakam Ramlan Lubis mengakui kejadian itu. "Kasihan siswa. Saat mengerjakan soal Bahasa Inggris, kami lihat pensil anak-anak itu tak bergerak, tanda tak bisa mengerjakan, " kata Ramlan dengan wajah menunduk. Wajah itu kusut, tetapi hampa. Ramlan menggerutu pemerintah terlalu memaksakan UN. Baginya, penyamaan soal UN sangat tidak adil. "Bagi anak Jakarta, soal Bahasa Inggris itu mungkin mudah. Namun, bagi siswa kami, soal UN sangat sulit. UN ini terlalu dipaksakan sehingga kami pun terpaksa membantu siswa," ujarnya. Argumen Ramlan ini mungkin benar menyangkut kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah. Ramlan dan para guru hanya tidak sampai hati saja melihat siswa mereka gagal. "Karena sebagian besar orangtua mereka itu buruh tani dan buruh kebun," katanya. Kini wajahnya tambah keruh. Dua malam terakhir dia kurang istirahat. Rabu siang lalu dia harus menjalani pemeriksaan polisi bersama 16 guru lain sampai Kamis dini hari. Kini mereka berstatus tersangka pelanggar Pasal 263 (perihal pemalsuan surat) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. Mereka wajib lapor kepada polisi dua kali seminggu. Ramlan ingin semua pihak memahami peristiwa di sekolahnya. Namun, ia tak melanjutkan perkataannya. Dia buru-buru meninggalkan sekolah saat sejumlah wartawan ingin meminta penjelasan lagi. Ia mengakhiri pembicaraan dan pulang. Para guru kemarin duduk-duduk di lorong sekolah. Satu per satu meninggalkan tempat duduk setelah tahu yang datang adalah wartawan. Di beberapa ruang, sejumlah siswa berbincang. Sebagian ikut ekstrakurikuler. Saat didekati, mereka membalikkan badan. Sejak peristiwa Rabu lalu, tak banyak informasi keluar dari sekolah. Suasana sekolah itu kini jadi beku karena kekeliruan. Bangku-bangku dan lorong sekolah terasa senyap. Di salah satu meja guru bertumpuk koran-koran berisi berita penggerebekan para guru dan kecurangan sekolah itu. Akan tetapi, praktik kecurangan UN di Sumut tak cuma terjadi di SMAN 2 Lubuk Pakam. Kecurangan juga terjadi di enam daerah lain di 24 SMA sederajat, yaitu di Medan, Humbang Hasundutan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba Samosir, dan Binjai. Kecurangan di enam daerah itu masih sebatas laporan Komunitas Air Mata Guru (KAMG), belum termasuk kejadian lain seperti di SMAN 2 Lubuk Pakam. Tahun lalu, KAMG melaporkan kecurangan serupa di sejumlah daerah di Sumut. Praktik kecurangan terbukti direncanakan demi nama baik sekolah dan daerah.Yang mengherankan, proses hukum bagi para pelaku kecurangan UN ternyata tak benar-benar ditegakkan. Setahun kemudian kasus serupa terulang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang Ajun Komisaris Polisi Ruruh Wicaksono mengatakan, penggerebekan dilakukan berkat informasi awal datang dari seseorang. Kedatangan satuan Densus 88 ke sekolah mendapat reaksi keras dari Wagino, orangtua murid dan kebetulan Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Lubuk Pakam. "Saya menyayangkan polisi. Tindakan mereka berlebihan. Apalagi ada letusan senjata," ujarnya. Wagino juga kesal dan kecewa pada sekolah itu. "Namun, itu bukan tanpa sebab. Semua terjadi karena UN dipaksakan digelar di seluruh Indonesia. Bagaimana bisa fair, kualitas guru beda, fasilitas sekolah berbeda. Anak-anak kami harus menghadapi soal yang sama dengan soal siswa di Jakarta," katanya.
[Andy Riza Hidayat, Kompas]
Link: http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=audio_files Obrolan ringan dengan penulis mega best seller "LASKAR PELANGI", ini menarik untuk disimak. Terutama bagi peminat buku dan yang sedang belajar menulis.
Bagi penggemar bang Tonto yang dirantau seperti saya, juga dapat mengobati penasaran, karena terbatasnya jarak dan waktu untuk bisa hadir di acara-acara bedah buku maupun tatap muka dengan beliau. Jadi cukup puaslah dengan mendengar uraian singkatnya tentang sebuah proses kreatif dalam menulis novel tetralogi Laskar Pelangi.
So, selamat mendengar dan menulis..:)
| |