What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Keharuan menyelimuti sepanjang hari, dimulai sejak saat dan setelah acara ceramah Haji plus pamitan saya dan temans yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini. Bertempat di kediaman ibu Yessi, wanita yang kuanggap seperti ibu sendiri, Alhamdulillah, banyak juga ternyata yang hadir. Bergantian, tua-muda menyalami, berpelukan, berbagi do'a, membisikkan petuah penuh kasih padaku.
Terutama dari mereka yang sudah menunaikan rukun Islam kelima itu.
"Banyak bersabar ya Vien....." *menghela nafas berat*
"Tawakkal selalu, dengan penuh yakin pada Allah".
"Jangan lupa bawa obat flu, sakit kepala, batuk, diare, pegel linu, masuk angin, tetes mata, alergi,......" *wuiiii.....bakal banyak apotik diserbu calhaj nih*
"Ga perlu bawa baju banyak-banyak...., cd juga yang disposable aja..." *hiiiyy...*
"Semua perbekalan kalu bisa dipisah dengan suami. Kita menghadap Allah disana nafsi-nafsi. Dia emang mahrom kita, tapi semua keperluan urus sendiri-sendiri." *tuh Bi, catet....;p*
"Hati-hati biasanya konflik itu timbul dari orang terdekat kita." *glek*
"Jaga lisan dan jangan sampai ngebatin or ngedumel di hati..."
"Banyakin sedekah. Apa aja...., ya sajadah, makanan, kaos kaki, tenaga, dll... "Usahain agar kita selalu cari peluang pahala disana. "
"Pake ini nih (nyodorin singlet dengan kantung di depan)...., tuh ambil aja buat kamu." *cihuuuy....Alhamdulillah*
"Nanti segala macam rupa dan karakter orang terlihat semua."
"Jaga kesehatan ya sayang...." *padahal yg dinasehati lagi sakit*
"Jangan sampai ketiduran di Arafah, karena hawanya sering bikin banyak orang ngantuk, apalagi kondisi kita lelah". "Ingat, disitulah puncak ibadah Haji." *perlu dicamkan inih*
"Vien, ini ada nappy buat adults...(haaa??), Iyaa efektif kalo-kalo kamu ga kuat nahan buang air kecil. Kan antrian ke kamar mandi suka lamaaa...." *mringis*
"Ayo kamu exercise dari sekarang, nanti bakalan jalan melulu. Jauuh lagi..."
"Jangan putus untuk dzikrullah. Tipa helaan nafas kalau bisa."
"Bawa buku tentang sejarah para Nabi. Karena akan lebih terasa dihati, napak tilas perjuangan mereka membawa risalah Allah di muka bumi."*InsyaAllah*
Alhamdulillah, betapa bersyukur aku pada-Nya telah dianugerahi banyak temans yang selalu mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. InsyaAllah semua tlah kucatat baik-baik disini, agar ingat dalam memori otak. Jazakumullah bi ahsanil jazaa....
Niscaya kan kusampaikan titipan segala pinta kalian disana. Di hadapan Multazam, di Raudhoh, di Arafah pada tiap wajahku menghadap pada-Nya. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah....
Adakah yang ingin menambahkan nasihat buatku disini ? *berharap sangat* Mau berupa sentilan, teguran, kecaman, juga silakan.... yang pedes-pedes biasanya kan bikin ketagihan. :)
Atau ingin menitipkan do'a ?
Ooyaaah....ingatkan dakuh juga kalu punya hutang / janji yang belum tertunai ya !
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim hanya akan menambah kerugian ." (Qs. Al-'Isra : 82)
"Jangan Engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) ini dengan cepat, karena hendak cepat-cepat menguasainya." "Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (didadamu) dan membacakannya." "Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu."
Ahad malam [ 270408 ], puluhan pasang telinga tersihir demi mendengar lantunan Qur'an yang dibaca secara medley. Bagai mendengar belasan reciter tingkat dunia berjejer adu kemampuan, jama'ah begitu sontak hening..terpekur, sambil berulang melafadazkan 'asma Allah.
Ba'da 'Isya tepat acara itu dimulai. Bau wewangian khas Timur Tengah bertebaran di masjid Mirabooka bertingkat dua lantai yang mayoritas dipenuhi wajah-wajah arab. Wanitanya berabaya hitam, hidung mancung, bulu mata lentik, jelita jika dipandang. Kaum pria sepintas saja lalu lalang di bawah sebelum acara dimulai, kebanyakan berpakaian gamis atau ala pakistan dan tentu saja berjanggut panjang menghiasi wajah teduh mereka.
Aku menyapa jama'ah di sebelah kiriku. Dua akhwat bertubuh tinggi besar yang begitu khusyu' dalam isya'nya barusan adalah muslimah asal Bosnia. Mereka sungguh tertib di dalam masjid. Ketika acara hendak dimulai, salah satunya bertepuk tangan agar jama'ah lainnya segera diam dan mendengarkan. Di kananku, nampak tiga mahasiswi merapat ke sisiku. Cantik-cantik dan tertutup rapat. Kusapa mereka dalam bahasa inggris yang agak terbata, menanyakan darimana asalnya. Rupanya ada yang mengenaliku. Ahaa, pantas saja sedari tadi aku merasa di perhatikan. *ge-er mode ON*. Ternyata ia pernah hadir dalam Qur'an Class di musholla Curtin Uni, dahulu saat aku belajar mengajar tahsin bagi mahasiswi disana.
Adalah Syaikh Saad Nomani yang menjadi bintang tamu malam itu. Beliau masih belia, baru 27 tahun. Usia 15 sudah tuntas menghafal seluruh isi Al-Qur'an. Ijazah ilmu Qur'an dan Haditsnya setumpuk. Kini berprofesi sebagai pengajar Qur'an di Madinah Almunawwarah. Keistimewaannya, beliau mampu meniru suara para Syaikh Qur'an hampir sebanyak 75 gaya bacaan. Banyak yang nyaris mirip !
Berulang kali Ibu Yessi, yang mengajakku ke tempat itu, menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku pun tertular. Sebuah tanda yang sama, atas kekaguman tak terkira dari kemampuan Syaikh Saad yang mudah berganti-ganti suara. Kadang berat dan rendah, kemudian berganti tinggi dan cepat. Berayun-ayun intonasinya, jernih dan jelas pengucapan ahkam tajwidnya. Subhanallah. Cuplikan ayat-ayat Allah dibaca penuh perasaan dan tartil. Tepat ketika surat favoritku dibaca, dengan meniru bacaan Syaikh Mishary Rashid, gemuruh di dada tak bisa lagi kutahan. Pandanganku kabur. Akhirnya terurai juga airmata yang kutahan sejak tadi. Dalam senyapnya suasana, kulihat jama'ah banyak yang menunduk. Tekun mendengarkan penuh perasaan. Hanyut dalam buaian lafadz indah surat cinta Allah pada hambaNya. Rangkaian tilawah ini akhirnya ditutup dengan bacaan Syaikh Abdurrahman As-sudais, Imam Masjidil Haram, yang terkenal dengan ketinggian nada suaranya itu. Lengkap pula dengan bacaan takbir yang mengiringi, layaknya beliau berdiri sebagai Imam sholat di depan Ka'bah. Aku memejamkan mata beberapa saat. Menerawang jauh, membayangkan suasana Al-Haram hadir di hati. Langitnya yang bersih di waktu shubuh, jama'ah yang sibuk thawaf dan berdzikir, lantainya yang dingin, aroma hajar aswad di sekitar, serta bangunan kubus berselimut hitam yang menyatukan umat islam sedunia itu....ah dalam beberapa menit jiwaku serasa betul-betul melayang kesana.
Sobats MPers ingin tahu rasanya ? Klik disini, di mariatau yang ini. Lalu pejamkanlah mata, hadirkan kekhusyu'an hati, bayangkan suasana sholat berjama'ah di mana sobats pernah mengalami masa-masa berkesan disana. Bagi yang pernah ke Mekkah atau Madinah niscaya bisa membangkitkan nostalgia yang selalu membuat rindu seumur hidup agar kembali lagi ke sana. InsyaAllah.
Setiap mukmin yang belum pun sudah ke tanah suci pastilah mendambakan untuk terus tersungkur di pelataranNya. Mengadu segala kesulitan hidup seraya menciumi airmata pertobatannya. Menatap nanar ke BaituLlah sambil berdendang syahdu asma Allah 'azza wa jalla.
Sungguh dalam bait-bait panjang pintaku, selalu kuselipkan harap dan cemas. Agar aku terdaftar dalam rangkaian tamu yang diundangNya...sebelum ajal menjemput. Tahun ini, InsyaAllah. Mudahkanlah setiap urusan kami.