ilalang's posts with tag: infos
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Betul kiranya dampak seni itu mempengaruhi kenikmatan indrawi seseorang.Coba tengok atau bayangkan deh jika ada lukisan pemandangan alam berupa alur sungai di tengah hutan..dengan pantulan sinar matahari yang menerobos di balik rimbun dedaunan, begitu jernih hingga bebatuan di kedalamannya terlihat. Riak-riak kecil terbaca dalam sapuan kuas yang begitu halus dan indah. Mestilah ada rasa damai dan tentram tatkala menatapnya lekat, biarpun jasad belum pernah mengecap secara nyata. Seni.... sebuah kata yang mengundang imajinasi untuk membuat, menemukan, berkreasi tentang sesuatu materi ataupun pekerjaan hingga terlihat menarik. Menarik disini bukan berarti relatif. Tapi mengikuti fitrah manusia yang secara rasa memiliki kecenderungan sama. Seperti terbuainya telinga dengan kicau burung yang bersahutan di pagi hari, terhiburnya hidung dengan harum bunga, terpukaunya pandang pada keindahan ciptaan-Nya, termanjakannya lidah oleh beragam jenis masakan, dan seterusnya. Anehnya seni seringkali dijadikan objek 'kambing hitam'. Banyak dari mereka yang mengaku pekerja seni berdalih bahwa karya foto dengan obyek 'polos', tanpa busana adalah sebuah karya seni bukan pornografi. Atau goyangan eksotis yang membuat tubuh penonton panas dingin juga disebut sebagai salah satu karya seni olah tubuh. Bagi saya pribadi, sesuatu dianggap 'nyeni' karena memang dia unik dan menyedot perhatian panca indera kita. Bukannya kemudian dengan melihat sesuatu yang 'nyeni' itu hawa nafsu menjadi tidak terkontrol dan imajinasi penikmatnya berkembang sendiri dan kadang lebih liar dari subjek yang dilihat atau dirasa. Lantas apa gunanya seni jika estetikanya tak bisa membawa pikiran penikmat ke arah yang dinginkan si seniman ? Tak mampu menguasai potensi indera manusia menuju estetika yang ingin ditonjolkan ? Oke-lah kalau mereka tetap berdalih, jika saya atau banyak orang di belakang yang protes masalah pornografi dikatakan buta seni. Tapi buat apa karya yang mereka anggap seni itu diumbar di khalayak umum ? Edarkan saja di kalangan seniman yang memper-Tuhankan hawa nafsu. Yang menganggap hal seperti itu sebuah karya seni. Beres kan ? Atau joget aja setengah telanjang di dalam ruangan pub, diskotik dan ruang privat lainnya...Ga usah ngotot tampil di layar kaca buat ditonton oleh berjuta pasang mata, kalau ga mau di sambit sama publik yang dinilai belum melek seni. Akur kan ? Lah ini.... Malah sembrono nyebrang ke ruang publik. Trus koar-koar bahwa ini adalah Hak Azasi mereka sebagai Manusia. Blah ! Emangnya kita bukan manusia...?! Ciih.... *mulai esmosi* Kalau mau dihargain sebagai manusia, maka hargailah orang lain sebagai manusia. Jika ingin dihormati kepentingannya, maka hormatilah kepentingan orang lain. Begitu harusnya aturan main bermasyarakat. Ngomong Hak Azasi tapi ga nge-hormatin Hak Azasi orang lain yang ingin menikmati seni yang sesungguhnya. Seni yang mengundang decak kagum karena keindahannya mengikuti fitrah manusia. Seni yang universal. Nah kalau banyak pihak yang mulai resah dengan tayangan TV berbau mesum, media massa berbumbu esek-esek, tampilan gambar tak senonoh di majalah. Lazimnya sebagai manusia yang berakal, sadar dong kalau aktivitasnya sudah mengusik kenyamanan orang lain. Sudah berdampak negatif pada generasi mendatang. Sudah berhasil merusak mental dan mematikan akal anak bangsa. Sudah sangat mengganggu hati dan pikiran manusia yang ingin hidup tenang dan lurus sesuai garis yang ditunjukkan Pencipta dan Pengatur jagad raya. Kecuali jika mereka yaah..-sori sori aja- itu cuma tubuhnya aja manusia. Tapi otaknya sempit, alias ga mampu berpikir dengan akalnya. Hingga pantas-pantas saja jika derajatnya tak ubah bagai hewan. Bahkan kata ALlah lebih buruk lagi. *Na'udzu biLlahi min dzaalik* Terus, bagaimana makhluq seperti mereka mau diatur RUU pornografi, yang hingga kini masih belum jelas ujungnya, jika aturan Sang Maha Pembuat hukum saja masih diabaikan ? Apa efek buruk menikmati pornografi itu harus berimbas dulu kepada keluarga mereka ? Apa harus didemo terus menerus secara frontal ? Dasar bebal... Hhhh..... *sigh* Emang bener kata temen lama saya yang kini menjabat sebagai ketua Masyarakat Tolak Pornografi, Azimah Soebagijo..."Tidak cukup berkata "tidak" pada pornografi. Kita harus seret dalang-dalang industri pornografi ke meja hijau. Untuk itulah, RUU tentang pornografi penting untuk segera diundangkan". Jadi ga usah bimbang dan pikir panjang lah untuk segera menuju ke sini, buktikan keseriusan kita dalam memberantas pornografi, minimal di negeri sendiri. Sebelum lebih banyak lagi bencana menimpa keturunan kita kelak.
Ditunggu ya sobats.... Kita sereeet mereka ke meja hijau. Lalu di adiliiii....! Kerangkeenngg ! Eksekusiiiiiii ....! *sadistis mode ON* Grrhhh, enaknya diapain lagi ya ??!!
****** Picture taken from here
Link: http://www.bahasakita.com/Bagi yang punya temen bule dan pingin banget bisa belajar Bahasa Indonesia versi gaul, situs ini layak untuk dikunjungi. Karena banyak berisi tulisan tentang istilah-istilah bahasa kita dalam percakapan sehari-hari. Menurut cerita singkat penggagas dan pengelola website ini, mbak Wieke Gur, banyak temen-temen bule yang sering mengeluh karena gagap dan bingung kalau ngobrol sama orang Indonesia. Padahal mereka merasa sudah belajar Bahasa Indonesia bertahun-tahun. Jadinya suka kecele dan sebel diketawain. hehehe....Ya iyalaaa, bahasa kita ini biar mudah dipelajari tapi pemakaiannya sering banget diplesetin. Terutama sama anak-anak remaja. Makin banyak istilah aneh ketika ngobrol, makin keren dan gaul kedengerannya. Terkadang para orangtua juga jadi ketularan, demi menjaga eksistensi dan keakraban dalam komunitas kekinian. *ngaku deh sayah*...;) Tapi bisa dimaklumi sih kalau para bule itu jadi bingung ngobrol sama kita, karena pasti kan pakai bahasa 'pasar'. Seperti kita ngobrol sama mereka aja, pasti terbata-bata dan minta mereka mengulang-ulang lagi supaya lebih jelas. "Sorry, Pardon ?"....jadi kata-kata andalan agar mereka maklum ngadepin ini kuping yang tiba-tiba jadi 'budi' (baca : budeg dikit). Bedanya mereka ga pernah ngetawain kita. Bahkan dengan muka penuh sabar mengulang maksudnya secara lebih lambat atau menjelaskan lewat kata dan gerakan lain yang bisa dimengerti. Jadi, silakan disebarluaskan situs yang asik ini bagi penggemar Bahasa Kita, terutama buat sahabats yang berkebangsaan lain. Trus..sedikit cerita mengenai pengelolanya, yaitu Wieke Gur... Bagi yang lulus SMU angkatan 80 akhir atau 90 awal, nama beliau mungkin ga asing lagi. Kalau saya sih langsung aja terbayang musik garapan Elfa Secioria yang selalu langganan di festival lagu bertaraf internasional. Yup, betul sekali, mbak Wieke ini yang rajin berkontribusi dalam menulis liriknya. Masih inget lagu "Pesta" yang populer dan jadi hits dilantunkan Elfa's singers dulu ? Nah, itu salah satu lirik yang ditulis oleh mbak Wieke. Nih deh saya kasih link ke website Wieke Gur, buat yang mau bernostalgia atau cuma sekedar refresh ingatan... http://www.wiekegur.com/Aah, jadi inget waktu kopdar pertama kali sama mbak Wieke kemarin..... ......sambil ngupi-ngupi di Garden City. Rasanya singkat banget, saking banyaknya yang diobrolin. Kapan ya bisa ketemuan lagi ?
 | Hayfever | Oct 18, '08 8:00 PM for everyone |
 Meskipun istilah "Hayfever" bisa dicari by googling di Internet, namun saya coba juga mereview sedikit tentang penyakit ini untuk sahabats di MP, minimal yang ada di kontak saya. Mungkin karena terpaan Hayfever saat ini begitu kuat kurasa, maka ingin rasanya berbagi pada sobats yang mungkin akan hijrah ke luar negeri atau ke wilayah yang biasa ditumbuhi tanaman penyebab Hayfever. Hayfever adalah nama keren untuk alergi rhinitis. Yakni alergi yang terutama berkaitan pada hidung. Namun bisa juga mempengaruhi mata, telinga atau tenggorokan. Sebenarnya ada dua jenis Hayfever berdasarkan penyebabnya : - Seasonal Hayfever ----> jika gejalanya terjadi sepanjang musim semi atau musim panas, yang disebabkan oleh pollen dari tumbuhan tertentu yang hanya tumbuh di kedua musim itu. Biasanya jika orang menyebut terkena Hayfever, berarti yang dimaksud akibat alergi di musim semi. Maka itu disebut "hay", karena hanya terjadi selama "haying season" (saat jerami dikeringkan di musim semi/panas). - Perennial Hayfever ----> jika gejalanya terjadi sepanjang tahun, disebabkan oleh alergen seperti debu di rumah atau partikel dari hewan yang terbawa di udara. Gejala ini bervariasi intensitas dan panjangnya, dan biasanya tidak dapat diprediksi datangnya. Nah, berhati-hatilah bagi mereka yang punya riwayat alergi di keluarganya, semisal asma, eksim atau migrain. Karena akan lebih terbuka kemungkinan terserang Hayfever, walaupun gejalanya tidak selalu sama pada tiap orang. Umumnya mereka akan sulit tidur dan sukar konsentrasi karena gangguan yang biasa muncul seperti dibawah ini : - Bersin-bersin. Terutama di pagi hari atau jika keluar rumah. Mungkin bisa belasan kali secara beruntun. *hadoooh ga kuat deh, harus sedia tissue banyak-banyak* - Hidung mampet atau berair terus menerus Saya mengalami yang mampet, terutama di malam hari. Pyuuh....penderitaan betul. Apalgi kalu dua lubang tersumbat. Ga bisa tidur semaleman. Napas lewat mulut malah bikin kering tenggorokan. Oia, suara juga akhirnya bindeng all the time. - Gatal di dalam telinga, tenggorokan dan hidung. - Mata berair, memerah dan terasa gatal Ada temen yang mengalami ini. Duw, ngeliatnya aja jadi berasa ikutan sepet mata kita. - Pusing/ Sakit kepala Lalu, bagaimana cara mengobatinya ? Hanya ada beberapa cara yang bisa dipilih untuk meminimalisir Hayfever. Hiks, ga bisa sembuh total, karena masalah alergi hanya bisa diantisipasi bukan diobati. Perhatiin deh... - Hindari penyebabnya (sang alergen) Ini bisa dilakukan di tempat penanganan alergi di Rumah Sakit. Nanti sejumlah tes alergi akan dilakukan terhadap penderita. Tapi kembali pada si Hayfever, sepertinya sepanjang musim semi/panas pollen (si alergen utama) bakal berterbangan kemana-mana deh. Jadi yaa selama musim semi berlangsung, sepanjang itulah Hayfever menyerang. *huhuhu....huuuaaaaaatssyyyyii* - Menghirup hawa dari air panas yang diberi garam atau yang dibubuhi minyak kayu putih, pada beberapa orang diyakini bisa membuka lubang hidung yang mampet. *eh, ane juga baru tau nih. Coba ah....* - Minum obat anti histamin. Karena Hayfever di Australia sudah umum terjadi, maka obat-obatan anti histamin untuk mencegahnya juga banyak tersedia dari berbagai merek. - Suntik imunisasi khusus alergi Suntik ini juga hanya berfungsi mengurangi beberapa gejala. Bukan menyembuhkan. Jika dosis obat dalam tubuh habis, ya muncul lagi gejala- gejala diatas. Masih banyak lagi beberapa terapi lain untuk menangkal alergi. Ada herbal treatments, homeopati, akupuntur, dsb. Baca sendiri deh di sini, sini atau di mari, supaya lebih jelas. Udah ga kuat nih bersin-bersin terus.... haa...haaa...hhhaa...hhuaaaatccchhiiii....5 x. ********* Gambar kondisi penulis : bentar-bentar buang ingus, lingkar bawah mata membentuk kantung dengan warna gelap, mulut sedikit mangap karena harus napas. *sroootttt...srooottt....huuh hhaah* 
Berhubung saya sayang dengan wanita yang rajin bersilaturrahim maya pun darat inih, serta doyan 'menimpuk' dengan bahasa cinta, maka begitu punya kesempatan luang on weekend, saya kebut PR berantai darinya. Ini detil tugasnya : 1. Tulisan harus berjudul Mencari Sahabat Lama2. Tuliskan 7 sahabat yang sedang kita cari.3. Sertakan identitas sahabat yang sedang dicari itu (Seperti asal Daerah, Sekolah, dll)4. Tuliskan 7 MP-ers yang harus membuat postingan seperti ini. 5. Selain itu, untuk 7 MP-ers pengintip pertama juga berkewajiban untuk membuat postingan serupa. 6. Tuliskan aturan ini di awal tulisan. 7. Harus dikerjakan dalam waktu maksimal 7x24 jam sejak dibaca postingan ini!Meskipun beberapa sahabat lama masih dapat kucari jejaknya, namun penasaran juga terhadap beberapa yang menghilang tak terdengar kabar berita. Kian lama makin tenggelam oleh kesibukan masing-masing diantara rentang jarak dan waktu.Para sahabat yang ingin kuketahui rimbanya itu adalah :1. Triantini Wasetyowati (panggilan : Tanti)Dia sahabat waktu SD di Al-Azhar Kemang, Jakarta Selatan. Tapi kelas lima dia pindah sekolah. Perawakannya agak tomboi, giginya berkawat. Dulu kita sering sekali bertukar surat dan kado padahal duduk sebangku. Dia selalu melindungiku kalau aku dikerjain teman lelaki. Saking deketnya sampai kadang dia suka jealous kalu diriku menjalin persahabatan juga dengan yang lain. Cemburunya itu suka ditulis dalam surat malah. *hehe..gawad*2. Aurora Isfandiari (panggilan : Indri)Dari SD kelas 5 sampai SMP kelas 2, kita selalu bersama. Di Al-Azhar Kemang juga. Biasalah, kalu udah tukar cerita masalah lawan jenis suka heboh dan perlu pembahasan panjang dan dalam hingga aku senang bertandang di rumahnya di Gandaria - Radio Dalam. Maklum ABG teaa... Wajahnya yang cantik membuat para remaja laki-laki gemas untuk tidak berkomentar jika dia lewat. Biasanya ketika itu aku yang paling misuh-misuh, karena kekurangajaran mereka. Yang paling kuingat dengannya, kami suka lari pagi di Senayan tiap minggu pagi dengan agenda utama : cari kenalan anak skateboard. Ampyunn..ganjen tralala banged yak..;p3. Riva Yusuf (panggilan : Riva)Masih temen SMP Al-Azhar. Tapi kelas dua saking brutalnya, dia termasuk yang dikeluarin dari sekolah. Anaknya bertampang arab dan posturnya kecil. Biar agak kurang sopan sama anak perempuan, tapi dia sering membuat kelucuan. Tiap dia buang angin di pelajaran PMP (yang pasti suasana hening pas pelajaran itu), dengan semena-mena dia selalu menunjuk ke arahku sambil nutup hidung. "Vien, kalu kentut keluar dulu dong...", teriaknya menyebalkan. Kan ga surprise lagi kalo dakuh beneran mengeluarkan jurus maut angin dalam nanti. Huh...4. Sadiani (maunya dipanggil Sadi, tapi kita suka tambahin "s" di belakang)Temen di SMU 28 Pasar Minggu. Rumahnya di Mangga Besar Ps Minggu deh kalo ga salah. Dia selalu duduk tepat di belakangku waktu kelas tiga. Yang paling bikin banyak teman cekikikan adalah jika melihatnya panik. Karena seketika wajahnya akan berkeringat, dan bicaranya mendadak gagap. Hihihi...jahad betul dakuh. Abis kalu lagi normal jiwa sok tahunya suka kelewat batas dan suka nuduh-nuduh tanpa bukti. Sadi..sadi dimana gerangan dirimuh ? Kangen liat gayamu pas keringetan dengan ceceran tissue menempel di wajah. hihihi...5. Dede Suryana (panggilan : Dede)Partner pertama waktu kebagian kelompok praktikum di program DIII Kimia terapan UI. Rumahnya di Tanjung Priok. Ikhwan satu ini baiiiikknya minta ampun. Pendiem, sabar dan ga pernah sinis sama diriku yang ketika itu masih petakilan dengan celana jeans dan kaos. Begitu aku berjilbab, dia terperangah dan bilang bahwa dia terlambat untuk menasehati. (hehe...yang jadi sasaran keburu sadar duluan). Sejak saat itu, dia orang yang selalu kuminta nasihat dalam ilmu dan dakwah. Ia mahasiswa pertama yang menikah di angkatan kami dengan seorang akhwat adik kelasnya di SMU bernama Beti. Karena aku lulus kuliah lebih dulu tak pernah kudengar lagi kabarnya kini.6. Rosmiyati (panggilan : Rosmi)Sahabat kasak kusuk tersetia selama kuliah di Ma'had Al-Hikmah. Akhwat cerdas ini banyak ide dan susah diam. Aktivitas dakwahnya seabreg dan sering ia konsultasikan padaku tiap bertemu. Ga heran kalu Ust. Yusuf Supendi gemas untuk mencarikan jodoh untuknya. Dia salah satu barisan awal pendiri Iqro' Club. Begitu mata kuliah kelar dan tinggal skripsi, kami masih sering kontak karena satu kelompok. Namun nyatanya skripsi kami pun mandeg dan aku kangen betul akan keceriwisan Rosmi dan binar matanya ketika bercerita.7. Kang Iid (nama panjangnya malah lupa)Teman sekost waktu dua bulan praktek kerja di Bandung tahun 1996. Letak kost di Muararajeun Baru. Postur tubuhnya untuk ukuran pria tergolong pendek. Orangnya mah jarang ada di kost-an, malah baru lebih kenal setelah balik ke Jakarta. Familiar, ramah dan penolong adalah yang menonjol dari Kang Iid. Makanya begitu kenal, serasa ketemu abang dari lahir. Penuh bijaksana selalu sih kalau memberi saran. Terakhir ketemu pas nikahan temen kost kita juga di Halim. hmm..kira-kira udah punya 'buntut' berapa ya dia ?8. .........eh, cuma tujuh ya ?Huhuhu...padahal masih banyak sahabat lamaku yang 'lenyap'. Well, semoga diantara MPers ada yang mengenal para sahabatku diatas..., dan tolong kabari dakuh sesegera mungkin yaa keberadaan mereka.Punten....mohon dimaafken saya harus kembali meneruskan PR ini pada kontak berikut :
1. bund4gaul2. Aguskribo 3. Ilalanggurun 4. Sofiyasaja 5. Mommyhore1 6. Ameeratuljannah7. MyhartonoJuga buat 7 pengintip pertama halaman ini...Yak, anda korban berikut. (kecuali yang sudah disebut diatas dan sudah kena towel duluan)Karena itu waspadalah ! waspadalah ! Akan saya update 'para korban' itu kemudian. *tersenyum bengis*
 Training ESQ pasti sudah familiar di telinga sebagian masyarakat Indonesia, terlebih di kalangan para pekerja kantoran yang memang menjadi target utama pelatihan SDM semacam ini. Disinyalir ada 500 ribu orang alumni ESQ yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia dan beberapa Negara. Jadi rasanya review yang kutulis disini cuma pelampiasan kesan dan rasa hati tak begitu penting dibanding review para tokoh ternama yang sudah bertumpuk tentang ESQ. Tapi biarlah, sapa tau ada yang berminat membaca pandangan seorang yang hina dina, penuh dosa namun suka bercerita ini. *halaah* Mudah-mudahan yang mampir ga bosan dan cape karena harus scroll down terus membaca tulisan yang cukup panjang. (kalu bosan, kemari lagi laen kali yak..;p) Training ESQ ini adalah yang pertama kali diadakan di Australia (Perth), bertempat di gedung Konsulat Indonesia. Sekitar 90 orang peserta terdiri dari pria dan wanita segala usia mengikuti dengan tertib jalannya training selama dua setengah hari. Beberapa diantara mereka ada juga ternyata yang bukan muslim. Rombongan trainer dari Jakarta, termasuk the founder: Pak Ary Ginanjar Agustian, membuka acara dengan wajah sukacita meski terlihat sedikit lelah. Rupanya panitia betul-betul telah bekerja keras dua hari sebelum hari H mendekor ruangan aula konsulat hingga nampak berbeda dari yang biasanya. Secara singkat dapat kukatakan training ini banyak menguras persediaan air mata. Sejak hari pertama sedu-sedan sudah mulai mewarnai ruangan konsulat. Materi yang disajikan menggiring peserta kedalam suasana yang membangkitkan rasa haru, cemas, takut, sedih, pilu, dan rindu. Dari awal aku pun sudah bisa membayangkan akan begitu keadaannya. Itulah mengapa aku bertekad meluangkan waktu untuk berpartisipasi didalam pelatihan tersebut, tak lain ingin mencari suasana yang bisa bikin aku menangis sejadi-jadinya. Untuk melembutkan hati yang kian kesat beberapa waktu belakangan. Kita mungkin bisa saja mencucurkan air mata disaat-saat tertentu ketika menghadap-Nya. Namun biasanya sikap itu hadir dikala hati sedang sulit atau pikiran begitu buntu dirundung masalah. Dan seberapa sering rasa itu hadir juga tergantung seberapa peka kondisi iman kita. Jadi...yaa sebisanyalah kucari suasana itu. Saat kutahu airmataku sedikit tersumbat karena kepekaan yang memudar akibat terbiasa larut dengan maksiat. *AstaghfiruLlah...* Detail tentang apa dan maksud pelatihan ESQ mungkin bisa sobats lihat di situs maupun preview-nya yang sudah banyak tersebar di jagad dunia maya. Karena itu aku hanya ingin mendeskripsikan sesuai kapasitas ilmu seorang pembelajar. Mohon maap sebelumnya jika ada momen yang terlupakan atau cara pandang yang berbeda dari kebanyakan alumni. Isi pelatihan ini pada intinya adalah materi-materi dasar Islam yang dikemas dengan sangat menarik sehingga tidak membosankan peserta. Hal ini disebabkan oleh fasilitas multimedia plus seperangkat penunjangnya: bahan presentasi berupa klip video atau musik lengkap dengan sound system yang memadai. Materi Ma'rifatuLlah yang bila disampaikan dalam bentuk ceramah agak sulit dicerna, tampil memukau melalui penggambaran ihwal terbentuknya alam semesta. Teori Big Bang dipaparkan secara ilmiah dan langsung dikaitkan dengan ayat-ayat Allah yang telah turun 14 abad silam. Semua begitu menghujam nurani dan menggetarkan seluruh syaraf untuk bertakbir memuja kebesaran Ilahi. Sepanjang pelatihan, ayat-ayat Qur'an bertebaran bukan saja memenuhi dua buah layar di hadapan. Namun juga ikut menyelinap ke setiap sudut hati, mengajak otak bekerja dan mengirim pesan pada syaraf mata hingga begitu mudah basah karena berbagai rasa yang berkecamuk di dada. Inilah bentuk tadabbur Qur'an yang dipandu oleh audio visual. Dengan menggabungkan berbagai ilmu seperti, fisika, sejarah, biologi, kimia, dan psikologi, training ini mampu membuat hampir seluruh peserta betul-betul terlibat secara emosi pada setiap materi. Meski kami tidak sedang berada di alam terbuka, beberapa cuplikan gambar tentang alam semesta nyatanya mampu membuat kita seolah berada di sana. Pada hari kedua, nampak para peserta sudah mulai familiar beradaptasi dengan metode mereka. Materi yang bertujuan akhir pada pembentukan kepribadian berlandaskan nilai-nilai Ilahiyah (baca : Asmaul Husna), mulai dipompa lebih kuat ke dalam benak. Hadits, "Man 'arofa nafsahu faqod 'arofa Rabbahu" (Siapa yang mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya), dihembuskan tiada henti sebagai panduan yang mengantarkan peserta untuk merenung lebih teliti ke dalam jiwa. Di sinilah rupanya titik balik kesadaran manusia sebagai hamba. Manakala kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan "Siapa kamu?" niscaya dengan bangga kita sering berucap nama, jabatan, profesi, tanpa berpikir bahwa semua itu dulunya adalah sesuatu yang tak dapat disebut. Begitulah, kami secara perlahan namun pasti diberi arahan praktis untuk memahami materi Ma’rifatul Insan sekaligus menerapkannya. Agar selalu berkesinambungan tiga potensi yang melekat pada tiap manusia yaitu : jasad, akal dan ruh (body, soul, and mind). Lalu dengan mengandalkan terapi jiwa berbasis ilmu psikologi, peserta digiring untuk mengoptimalkan segenap fungsi panca indera dan hati hingga merasa seakan-akan Sang Maha Pencipta tepat berada di hadapan. Situasi inilah yang kemudian banyak membuat peserta tersungkur, menggigil, gemetar, tersedu sedan dan tampak seketika semua pribadi menjadi jujur. Jujur terhadap diri sendiri, jujur terhadap-Nya. Dibalik mata yang basah, kudengar samar banyak bibir mendesahkan dosa yang diperbuat dan permohonan ampun. Aku pun merinding. Dalam pilu dan tubuh yang berguncang, saat itu rasanya tak dapat kuhentikan rintihan pengakuan dosa yang meluncur lirih begitu saja dari mulut. Apalagi ketika di layar terpampang perjalanan seorang mayit mulai dari dimandikan hingga dikubur. Lalu pertanyaan demi pertanyaan terdengar bergema di liang kubur itu. Begitulah setiap jiwa kelak akan mengalaminya... Teriakan dari layar lebar dan suara isak tangis sontak tumpang tindih bergemuruh. Kulirik tubuh di didepanku rebah tak berdaya menahan luapan getaran emosi yang hebat. *Duhai Rabb, tak mampu kupalingkan wajah nista ini dari-Mu...* Cuplikan cerita dalam bentuk film tentang sejarah bangsa Jepang dan bagaimana mereka memiliki karakter juang yang kuat, napak tilas ke kota para Nabi, juga masa kejayaan umat Islam sepanjang abad ke-7 dan 14 menjadi ilustrasi penting bagi pembentukan pribadi muslim masa kini. Dari sejarah kita diajak berkaca dan menimba hikmah agar belajar mencari nilai postif dari mereka demi memperbaiki kekurangan di masa lalu dan menyempurnakannya kemudian. Tak luput jua tentu, kisah perjuangan dakwah Rasulullah saw diulas begitu dalam melalui penggalan film Ar-Risalah. Kusaksikan semua peserta diam tak bergeming... Hati mereka jika dapat dibuka mestilah berwarna sama: rindu dan haru. Saat aku merasa stok airmata sudah habis terkuras, kerinduan pada Rasulullah saw terbukti mampu mengorek cairan bening yang tersisa untuk kembali menerobos dinding retinaku. Arimataku jebol, tumpah ruah membasah hingga ke pelosok lubuk hati. Bagaimana tidak, risalah Islam yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan dan perjuangan Beliau saw dengan bertaruh kehormatan bahkan nyawa! Ya Nabi salamun 'alayka.... Dua hari setengah tepatnya, emosi peserta diaduk-aduk. Kami menumpahkan tangisan begitu banyak, namun tak jarang gelak tawa kembali hadir membahana. Untuk menghindari kebosanan berada di satu ruang atau pegal karena duduk terlalu lama, para trainers membuat acara quiz, yel-yel, senam, ataupun permainan yang masih bernilai filosofi di baliknya. Saat itu peserta diajak tertawa, meski dengan mata sembab. Dalam hatiku miris bergumam... alangkah mudahnya kondisi hati itu berbalik. Dan demikianlah kiranya warna hidup, lara dan cita kerap menghampiri. Tangis dan tawa pun menghiasi, berubah-ubah sesuai kondisi hati. Wa annahuu Huwa adhhaka wa abkaa. [ An-Najm : 43 ] Dan sungguh Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. Di akhir acara beberapa kesimpulan ditegaskan lagi oleh trainer. Bahwasanya sasaran yang ingin dicapai dari pelatihan adalah kemampuan mengendalikan kecerdasan emosi yang merujuk pada kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain. Sedang pola 165, yang berlandas pada 1 Ihsan, 6 Rukun Iman, 5 rukun Islam, selayaknya selalu menjadi acuan bagi seorang muslim mengendalikan kemampuan tersebut. Tentu saja kemampuan meningkatkan mutu ESQ (akhlaq) ini mustahil diperoleh secara instan. Seyogyanya harus senantiasa diasah dengan latihan kontinyu melalui majilis-majlis yang dapat memantau dan menjaga keistiqomahan tekad untuk memperbaiki diri. Seringkali memang terjadi salah kaprah bagi pihak yang memandang keefektifan pelatihan ini dalam mengubah pribadi seseorang. Dengan kata lain, training ESQ bukanlah cara singkat mencetak pribadi muslim yang langsung unggul di segala aspek. Ia hanya salah satu jalan menuju pemahaman akan hakikat jati diri manusia di hadapan Tuhannya. ESQ adalah satu pintu yang merangkum berbagai metode pengajaran agar terlihat interaktif dan logis sehingga mampu diterima oleh semua kalangan, baik berlatar belakang agama, budaya, usia, politik, ekonomi, status sosial, ataupun tingkat pendidikan yang berbeda. Training ini bisa dikatakan sesuai untuk pemula dalam memahami Islam sebagai The way of life secara integral. (Bahkan di hari kedua, ada seorang non muslim yang menggaungkan syahadat. Kembali ke Islam dengan sukarela.) Sedang bagi para pemuka, selain dapat mencontoh metode dakwah dan menambah referensi ilmu, duduk bersama dalam training ini juga dapat sejenak mengisi ulang ruhani serta mengikis gejala sifat kejumawa-an dan antek-anteknya. Mengenai mahalnya biaya pelatihan, yang sering disorot dan dipertanyakan banyak orang, mungkin akan lebih fair jika ada sedikit deskripsi bagi peserta tentang alokasi dari dana tersebut. Baiknya dijelaskan pula fasilitas apa saja yang didapat oleh peserta dengan keanggotaan yang berlaku seumur hidup. Pengelolaan ESQ sendiri sudah semakin profesional dengan bertransformasi menjadi sebuah korporasi yang berfokus pada bidang Sumber Daya Manusia. Maka penting untuk mecegah prasangka negatif yang menghasilkan tudingan miring semisal menjual agama dengan dalih pelatihan. Disamping itu perlu diupayakan subsidi silang dari para alumni, hingga semua lapisan masyarakat yang berminat bisa ikut dengan membayar separuh harga atau bahkan cuma-cuma. Beberapa hal yang mungkin perlu diformat lebih baik lagi dari training ini adalah setting ruangan yang sedikit bercampur baur antara pria-wanita (karena sedikit memecah konsentrasi euy, ketika mendengar suara tangis kaum adam), penampilan kalimat Hadits yang belum dicantumkan sanadnya dan beberapa ayat Qur’an sebaiknya dikemas setelah merujuk pada ahli tafsir yang ada. Dengan penyampaian materi yang lebih sempurna, diharapkan pemahaman yang didapat tidak sepotong-sepotong. Yang tak kalah penting pula, hendaknya ada perhatian khusus bagi para alumni untuk dibina lebih intensif. Karena training ini sarat dengan nilai-nilai Islam yang universal, maka mereka yang sudah digodok didalamnya memiliki tangung jawab lebih untuk menjaga keistiqomahan. Syari’at Islam semoga bisa lebih teraplikasi secara nyata melalui majlis ilmu yang lebih kecil lingkupnya dan kontinyu, minimal sepekan sekali diantara mereka, sebagai media silaturrahim, penjaga amal, pegingat iman, dan penambah ilmu. Dan bagi mereka yang mengaku pembelajar, sebagaimana sayah *ngaku-ngaku*, jika memang memiliki kesempatan waktu dan materi yang cukup, tidak ada ruginya menambah pengalaman lain yang positif di setiap tempat kita berpijak. Salah satunya adalah training ESQ ini. Pencerahan yang didapat, InsyaAllah setimpal dengan kocek yang dikeluarkan. Ketimbang nonton konser music -- bahkan musisi kaliber dunia sekalipun...Percaya deh. :) Allahu 'alamu bishowwab. 
Inilah hasil liputan global tentang acara yang pernah saya posting di sini. Secara fisik memang tidak ada keterlibatan saya disana. Hanya terbersit rasa bangga dan kagum pada perjuangan saudara-saudari seiman yang sukses menyelenggarakan event yang cukup besar di negara orang. Alhamdulillah... Semoga acara yang melibatkan banyak pihak itu dapat menjadi salah satu tonggak dakwah Islam yang kian meluas di benua kangguru. Import.flv (11.2 MB)
| Start: | Aug 8, '08 | | End: | Aug 10, '08 |
Alhamdulillah, training ESQ sampai juga ke Perth. Setelah melalui perjalanan panjang meeting para panitia yang berdedikasi dan tak kenal lelah itu... Setelah berjibaku dengan pernak pernik kendala disana sini... Setelah melewati tanggapan pro pun kontra.... Setelah diriku mengais dollar dari kantong suami....*oops* Akhirnya, rasa penasaranku bisa terwujud dengan menghadirkan jasad dan batin. Kuharap airmata yang tumpah tak kan sia-sia. *persiapan nangis dulu ah* ;p
Setiap orang pasti punya warna favorit. Demikian halnya denganku. HIJAU, tanpa pikir panjang jawabku jika ditanya masalah warna. Namun sekian lama terpukau pada warna hijau nan indah, aku belum bisa menjelaskan alasan kecenderungan jiwaku itu. Sampai akhirnya kutemukan artikel, yang berhasil mewakili dengan sempurna, alasan pemilihan atas kenyamanan hati dan pandangku akan warna hijau. Sekali lagi kukatakan sempurna, karena begitulah setidaknya bayanganku terhadap nuansa tempat terindah yang kekal di akhirat nanti. :)
******* Ada banyak kata "hijau" di dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan menjelaskan akan keadaan penghuni jannah ataupun segala yang ada disekelilingnya, berupa kenikmatan, suasana, kesenangan, ketenangan jiwa. Kita bisa lihat di beberapa surat :
Mereka bertelekan (bertelekan: tiduran menyamping, tubuh lurus, dengan salah satu tangannya dilipat dan telapak tangannya menyangga kepala -pent) di atas bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah (QS. Al-Rahman: 76)
Mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau, dan sutra tebal, serta dipakaikan gelang dari perak kepada mereka. Dan Rabb mereka memberi minum mereka dengan minuman yang suci (Q.S. Al-Insan: 21)
Mereka mengenakan pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal (Q.S. Al-Kahf: 31)
Salah seorang pakar psikologi, Ardatsham, mengatakan, "Sesungguhnya pengaruh warna terhadap manusia sangat besar, dan saya pernah melakukan sejumlah penelitian dan menjelaskan bahwa warna berpengaruh terhadap kejiwaan dan semangat serta vitalitas kita; merasa panas; atau dingin; atau nyaman; atau bahagia; bahkan bisa berpengaruh terhadap kepribadian seseorang dan berpengaruh terhadap menyikapi kehidupan.
Dan warna bisa menjadi sebab relung jiwa yang dalam terpengaruh dengannya. Sebuah rumah sakit pernah mengundang sejumlah pakar untuk memberikan saran bagi warna dinding ruang pasien atau warna dinding rumah sakit, sehingga bisa banyak membantu dalam mengobati mereka. Rumah sakit juga meminta saran tentang warna yang terbaik untuk pakaian pasien. Sejumlah percobaan telah membuktikan bahwa warna kuning bisa membangkitkan semangat di syaraf pusat. Dan warna ungu dapat membangkitkan ketenangan.
Adapun warna biru, maka orang yang melihatnya akan merasa dingin. Sebaliknya, warna merah maka orang akan merasa panas atau gersang. Dan para pakar tersebut mengatakan bahwa warna yang bisa membangkitkan kebahagiaan, gembira, bersemangat hidup (bergairah) adalah warna hijau.
Oleh karena itu, warna yang utama dan sesuai untuk kamar atau ruang operasi, pakaian para ahli bedah dan pakaian pasien adalah warna hijau. Sebuah pengalaman unik akan kami kemukakan di sini bahwa ada sebuah pengalaman yang terjadi di London, Inggris, di kawasan Black Fryer yang dikenal dengan "kawasan bunuh diri" karena mayoritas kejadian bunuh diri banyak terjadi di kawasan ini. Kemudian diadakan perubahan warna dari warna gelap gurun ke warna hijau metalik. Dengan hal ini ternyata terjadi penurunan jumlah kejadian bunuh diri dengan sangat signifikan. Warna hijau juga bisa menjadikan pandangan mata nyaman.
Sumber : - ( Kitab: Ma'a Al-Thib fii Al-Qur'an Al-Karim, Dr. Abdul Hamid Diyab, Dr. Ahmad Qarquz, Mu'assasah Ulum Al-Qur'an, Dimasyq. ) - Thanks to akh Abdurrahman Dzakiy, for copas from his blog...:)
| Start: | Aug 9, '08 | | Location: | Sydney |
Dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan sekaligus menunaikan program kerja tahunannya, PIP PKS ANZ akan mengadakan event yang cukup besar guna merintis komunikasi dan silaturrrahim kepada pihak-pihak yang belum mendapat informasi yang benar tentang Islam maupun tentang Bangsa Indonesia itu sendiri. Diharapkan pula agenda ini dapat meningkatkan interaksi sosial diantara masyarakat Indonesia yang bermukim di Sydney pada khususnya atau yang tersebar di beberapa state lain di Australia pada umumnya. Bertempat di Paul Keating Park, Bankstown, secara garis besar acara tersebut akan dibagi menjadi dua sessi : I. Sesi Seminar (Indoor) : 9.00 – 11.00 am Seminar dilakukan di Bankstown Town Hall, dengan pembicara : - Muhammad Kasuba, MA – Bupati Halmahera Selatan - Dr.Greg Fealy – Fellow and Senior Lecturer, Indonesian Politics, ANU. - Prof.Dr.Arief Budiman – Head of Indonesian Studies, University of Melbourne. Tema : “Peran Organisasi kemasyarakatan dan politik dalam pemberdayaan potensi keberagaman di Indonesia serta sebagai fasilitator Sumbangsih Anak bangsa di Luar Negeri”. II. Sesi Pagelaran Budaya & Food festival (Outdoor) : 11.00 am – 16.00 pm Acara dilakukan di Paul Keating Park, dengan beberapa atraksi diantaranya : - Pentas tarian dari Minang, Aceh, Palembang, Sunda, Halmahera Selatan. - Lomba Pakaian Daerah utk anak-anak. - Orasi budaya oleh Prof.Adrian Vickers (Sydney Uni) - Live Performance : Dik Doank. - Sekitar 20 stall makanan khas Indonesia akan dijajakan pada sesi ini. Dalam rangka mensosialisasikan dan mencitrakan PKS secara positif di tengah masyarakat Sydney yang majemuk, dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam, akan dilakukan pula penjajagan proses komunikasi antara bupati Halmahera Selatan – M.Kasuba dengan Mayor Bankstown – Mrs.Tahnia Mihailuk. Disamping itu, akan diusahakan pula Mayor Bankstown City Council untuk membuka acara Indonesia Day ini. Secara umum, PIPPKS telah melakukan konsultasi dengan pihak Dewan Syariah Pusat terkait dengan batasan-batasan yang perlu diketahui dalam mengatur acara yang bersifat heterogen seperti ini. Diantara ketentuannya adalah sebagai berikut : - Minuman keras dan babi haram untk diperjualbelikan. AlhamduliLlah sejauh ini pihak panitia melaporkan bahwa makanan yg dijual adalah halal. - Pengadaan Pentas Seni tidak menampilkan sesuatu yg berhubungan dengan ritual keagamaan. Tarian dilakukan oleh laki-laki dengan menutup aurat. Untuk penari perempuan secara hukum asal tidak diperbolehkan, walaupun dalam beberapa kondisi, diperbolehkan, tetapi tetap harus benar-benar menutup aurat. Namun sejauh ini pihak panitia memberikan informasi bahwa belum ada penari perempuan yg akan tampil. Sayang sekali saya tak bisa menghadiri acara tersebut karena kendala dana dan waktu. Bagi sobats yang punya rencana ke Aussie, berkunjunglah ke sana. Atau mungkin bisa membantu menyebarkan informasi ini pada rekans yang berdomisili di OZ dan sekitarnya. Mari kita do'akan bersama agar setiap urusan mulai dari proses menuju, saat berlangsung sampai kegiatan tersebut usai, selalu dimudahkan oleh Allah swt. Hingga tercapai tujuan dakwah di balik esensi setiap programnya. Allahumma amiin. PS : Beberapa promosinya bisa dilihat di Sini atau di Sini
Link: http://www.quranflash.comSobats, berikut ada sedikit informasi tentang KitabuLlah yang diperoleh dari sebuah milis. Menarik juga untuk dipraktekkan. Mudah-mudahan menjadi satu tambahan wawasan bagi yang belum mengetahui.
Untuk mempermudah pencarian halaman Al-Qur'an ketika membaca atau menghafal dengan menggunakan mushaf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, ternyata dapat kita temukan dengan memakai sebuah rumus mudah, yaitu :
Nomor Juz dikali 2, dikurangi 2, kemudian hasilnya diikuti angka 2.
sebagai contoh : Kita ingin membuka juz 15 pada mushaf, 15 x 2 - 2 = 28 diikuti angka 2, jadi = 282.
Sehingga dapat kita buktikan pula bahwa juz 2 ada di halaman 22, juz 3 di hlm 42, ...dan juz 30 di hlm 582.
Silakan mencoba sendiri ya nanti...:) Oia, sebagai tambahan salah satu ciri fisik mushaf Utsmani versi Timur Tengah itu adalah setiap juz-nya terdiri dari 10 lembar atau 20 halaman. Dan setiap halaman terdiri dari 15 baris. Biasa disebut 'Qur'an Pojok' juga oleh kalangan penghafal qur'an, karena setiap halamannya yang pasti berakhir di pojok/akhir ayat. Memudahkan memang bagi yang sering Muroja'ah (mengulang-ulang hafalan).
Tapi ingat, rumus ini hanya berlaku untuk mushaf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, tidak berlaku untuk cetakan versi Indonesia. Ada juga beberapa cetakan mushaf terjemah versi Indonesia yang halamannya sama dengan versi Timur Tengah, seperti terjemahan yang diterbitkan oleh Syaamil dan Diponegoro.
Nah, buat sobats yang belum memiliki Al-Qur'an Utsmani bisa lihat contohnya pada link tercantum diatas. Bagus banget site-nya. Kita bahkan bisa memilih model Qur'an yang ada ahkam tajwidnya... (ada 8 warna sbg indikatornya), yang setahu saya masih agak sulit dijumpai di beberapa daerah kecuali memesan pada yang berangkat Umroh atau Haji ke Tanah Suci.
Mampirlah sejenak, insyaAllah bisa menentramkan hati.
Barusan baca kisah ini di inbox emaiku... Miris, karena ketidakadilan harus ditelan bulat-bulat, sampai tidak terasa pahitnya, oleh siswa-siswa daerah ini. Prihatin, terhadap ketidakberdayaan guru yang akhirnya memilih jalan pintas dengan berlaku curang. Sungguh sangat bertolak belakang dengan kemuliaan profesinya. Geram, memikirkan ulah aparat yang bertindak norak dengan mengedepankan kekerasan. Kasihan, pada orangtua yang menaruh harapan besar pada buah hatinya....
KASUS UJIAN NASIONAL
Kelengangan Jalan Galang, Lubuk Pakam, pecah. Rabu (23/4) pukul 13.30 ledakan keras dari pucuk senapan menyalak di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang. Sekelompok orang berpakaian sipil, tetapi bersenjata, membuka paksa sebuah ruangan di sana. Para pendobrak pintu itu ternyata anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut). Guru yang ada di dalam ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Bimbingan Konseling (BK) kaget. G Sianturi, guru bidang studi Ekonomi, hanya diam. Dia tak menduga ada petugas berpakaian sipil merangsek masuk ruangan. Petugas memergoki para guru membetulkan lembar jawaban siswa peserta ujian nasional (UN). Tanpa banyak kata, mereka menyita 284 lembar jawaban siswa, pensil, penggaris, dan peruncing pensil. Para guru gemetar, sebagian menangis. Tiga hari sudah berlalu, tetapi Sianturi mengaku masih shock. Dia mengatakan hanya ingin membantu siswa yang kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. Diakuinya semua direncanakan para guru. Pada saat para siswa terlihat tidak bisa mengerjakan soal, guru-guru akan membantu membetulkan jawaban. "Kami terpaksa," katanya. Bahasa Inggris adalah mata ujian pertama yang dijadwalkan pukul 08.00-10.00 hari itu. Begitu soal dan lembar jawaban terkumpul, empat guru Bahasa Inggris membuat kunci jawaban dan 16 guru kemudian "ngebut" membetulkan ulang lembar jawaban 284 siswa di ruang UKS dan BK tadi. Sementara itu, siswa meneruskan mata ujian kedua: Kimia (untuk siswa jurusan IPA), Geografi (jurusan IPS), dan Sastra Indonesia (jurusan Bahasa). Sianturi menuturkan, guru terpaksa membantu karena kasihan siswa tak mampu mengerjakan ujian Bahasa Inggris. Mereka sudah memprediksi anak didiknya akan mengalami kesulitan meski sebelum UN, siswa sudah menjalani uji coba soal ujian dua kali. Hasil uji coba memang mengkhawatirkan. Itulah mengapa muncul ide untuk membantu siswa. Sayangnya, cara mereka justru mengubur makna pendidikan itu sendiri. Para guru sadar, pilihan mereka merupakan tindakan keliru. "Kami sudah mengajarinya tiga tahun. Kalau mereka gagal UN, kasihan orangtuanya, kan," katanya. Ia menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Meski enggan bicara, Kepala SMAN 2 Lubuk Pakam Ramlan Lubis mengakui kejadian itu. "Kasihan siswa. Saat mengerjakan soal Bahasa Inggris, kami lihat pensil anak-anak itu tak bergerak, tanda tak bisa mengerjakan, " kata Ramlan dengan wajah menunduk. Wajah itu kusut, tetapi hampa. Ramlan menggerutu pemerintah terlalu memaksakan UN. Baginya, penyamaan soal UN sangat tidak adil. "Bagi anak Jakarta, soal Bahasa Inggris itu mungkin mudah. Namun, bagi siswa kami, soal UN sangat sulit. UN ini terlalu dipaksakan sehingga kami pun terpaksa membantu siswa," ujarnya. Argumen Ramlan ini mungkin benar menyangkut kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah. Ramlan dan para guru hanya tidak sampai hati saja melihat siswa mereka gagal. "Karena sebagian besar orangtua mereka itu buruh tani dan buruh kebun," katanya. Kini wajahnya tambah keruh. Dua malam terakhir dia kurang istirahat. Rabu siang lalu dia harus menjalani pemeriksaan polisi bersama 16 guru lain sampai Kamis dini hari. Kini mereka berstatus tersangka pelanggar Pasal 263 (perihal pemalsuan surat) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. Mereka wajib lapor kepada polisi dua kali seminggu. Ramlan ingin semua pihak memahami peristiwa di sekolahnya. Namun, ia tak melanjutkan perkataannya. Dia buru-buru meninggalkan sekolah saat sejumlah wartawan ingin meminta penjelasan lagi. Ia mengakhiri pembicaraan dan pulang. Para guru kemarin duduk-duduk di lorong sekolah. Satu per satu meninggalkan tempat duduk setelah tahu yang datang adalah wartawan. Di beberapa ruang, sejumlah siswa berbincang. Sebagian ikut ekstrakurikuler. Saat didekati, mereka membalikkan badan. Sejak peristiwa Rabu lalu, tak banyak informasi keluar dari sekolah. Suasana sekolah itu kini jadi beku karena kekeliruan. Bangku-bangku dan lorong sekolah terasa senyap. Di salah satu meja guru bertumpuk koran-koran berisi berita penggerebekan para guru dan kecurangan sekolah itu. Akan tetapi, praktik kecurangan UN di Sumut tak cuma terjadi di SMAN 2 Lubuk Pakam. Kecurangan juga terjadi di enam daerah lain di 24 SMA sederajat, yaitu di Medan, Humbang Hasundutan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba Samosir, dan Binjai. Kecurangan di enam daerah itu masih sebatas laporan Komunitas Air Mata Guru (KAMG), belum termasuk kejadian lain seperti di SMAN 2 Lubuk Pakam. Tahun lalu, KAMG melaporkan kecurangan serupa di sejumlah daerah di Sumut. Praktik kecurangan terbukti direncanakan demi nama baik sekolah dan daerah.Yang mengherankan, proses hukum bagi para pelaku kecurangan UN ternyata tak benar-benar ditegakkan. Setahun kemudian kasus serupa terulang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang Ajun Komisaris Polisi Ruruh Wicaksono mengatakan, penggerebekan dilakukan berkat informasi awal datang dari seseorang. Kedatangan satuan Densus 88 ke sekolah mendapat reaksi keras dari Wagino, orangtua murid dan kebetulan Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Lubuk Pakam. "Saya menyayangkan polisi. Tindakan mereka berlebihan. Apalagi ada letusan senjata," ujarnya. Wagino juga kesal dan kecewa pada sekolah itu. "Namun, itu bukan tanpa sebab. Semua terjadi karena UN dipaksakan digelar di seluruh Indonesia. Bagaimana bisa fair, kualitas guru beda, fasilitas sekolah berbeda. Anak-anak kami harus menghadapi soal yang sama dengan soal siswa di Jakarta," katanya.
[Andy Riza Hidayat, Kompas]
Link: http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=audio_files Obrolan ringan dengan penulis mega best seller "LASKAR PELANGI", ini menarik untuk disimak. Terutama bagi peminat buku dan yang sedang belajar menulis.
Bagi penggemar bang Tonto yang dirantau seperti saya, juga dapat mengobati penasaran, karena terbatasnya jarak dan waktu untuk bisa hadir di acara-acara bedah buku maupun tatap muka dengan beliau. Jadi cukup puaslah dengan mendengar uraian singkatnya tentang sebuah proses kreatif dalam menulis novel tetralogi Laskar Pelangi.
So, selamat mendengar dan menulis..:)
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Ruko Gading Serpong, Jl. Raya kelapa Puan AF 1/19, Tangerang |
Sudah lama sebenarnya aku ingin mengabarkan pada dunia bahwasanya aku menemukan sebuah tempat makan yang ruarrr biasa kenikmatannya yang mengakibatkan air liur selalu menagih menuju kesana. (halaah, bombastis mode ON). Awalnya kabar ini selalu digembar-gemborkan oleh ipar tercintah, sebagai partner kompak dalam berburu jajanan lezat ketika kami masih sering bersama di Indo. Melalui sambungan interlokal, waroeng SS (nama populer) ini ia sebut-sebut dengan semena-mena dan penuh semangat dalam mengabarkan sebuah nikmat tak terlupakan. Demi menancapkan bayang-bayang sebuah cita rasa ia tega mendeskripsikannya tanpa melihat air mukaku yang berkali-kali menelan ludah. Muka kepingin ga jelas gitu lah...hehehe Walhasil, atas penanaman hasrat yang sangat intens tersebut, program pertamaku ketika mudik tahun lalu adalah memuaskan selera lidahku sekaligus membuktikan kabar heboh yang dibawa bertalu-talu di telingaku secara jarak jauh itu. Aku ingat di pagi hari sebelum kita get lunch di SS, iparku dengan penuh bijaksana berkata, "Kalo mau makan di sana, kita jangan sarapan pagi sis, ini harus diikuti demi keinginan kita untuk tetap terlihat berbentuk." Dia berbicara pelan didepanku sambil melirik ke sekeliling, tepat di telingaku, yang kala itu sudah terlanjur memasukkan suapan sarapan pagi ke mulut. Seakan-akan pesan itu begitu membahayakan untuk dilanggar. Beuh, aku hanya melengos dan menghabiskan santapan pagi itu santai. Tubuh berbentuk seperti apa yang dia maksud. Gitar kan ga mungkin, sahutku dalam hati. Hanya sebuah mimpi usang yang hanya membuat stress para ibu-ibu umumnya. Tepat jam makan siang, ba'da sholat dzhuhur pergilah kami. My mom, my sister in law serta anak-anak yang setia mengintil dan berteriak-teriak rusuh tancap gas menuju waroeng SS yang letaknya ternyata cuma 'kepeleset nyampe'. Memasuki ruangannya, kesan yang tertangkap sederhana dan unik. Ruang makan disitu dibuat menjadi dua bagian. Sebagian untuk lesehan, sisanya buat yang ga suka makan sambil menekuk lutut. Pastinya kami memilih yang pertama. Posisi lesehan rasanya lebih mendukung gaya makan ala kuli yang akan kami peragakan kemudian. Lalu kulihat beberapa pajangan yang unik tertempel dilindungi pigura di dindingnya. Isinya kebanyakan artikel atau tips dengan gaya bahasa yang lucu. Mengingatkan permainan kata produk dagadu Jogja. Maskot waroeng SS yaitu Mr. Huuh Haah yang disimbolkan dengan cabe merah mengkilat, berkacamata (kenapa juga pake kaca mata ? ), tersenyum mengacungkan jempol persis di depan loket dapur. Hari itu aku menyerahkan pesanan pada ahlinya. Ibu dan iparku. Memasrahkan diri akan dibawa kemana lidahku nanti. Disini tersedia 21 macam sambal (yang sudah ditemukan kreasinya) dengan nama-nama nyentrik. Alisku sampai berkerut dan bergumam...ini kita mau makan sambal pakai nasi atow makan nasi pakai sambal ya ? Kalau tidak salah waktu itu kami memesan : Nasi putih satu cething (satu bakul kecil), sambal tempe semangit, sambal kecap, sambal pusing, wader goreng (semacam teri), sambal gobal-gabul, dan ayam goreng sebagai pemanis. Tak lama kemudian, pesanan pun datang. Suasana hiruk pikuk mendadak sontak berubah. Begitu tuma'ninahnya kami makan, hingga yang terdengar hanya suara tarikan cairan di hidung (waks...), berikut kecapan 'Huuh-Haah' seperti nyanyian suku primitif di pedalaman. Obrolan pun terhenti, sedang tangan begitu giatnya menyendok nasi ke mulut dan menyeka keringat yang bercucuran, memenuhi seluruh wajah. (gaya kuli angkut makan dengan sempurna terwakili sudah). Dalam waktu kurang dari setengah jam, seluruh piring ludes tak bersisa. Jari-jari tangan pun tak luput untuk dibersihkan satu persatu. Kali ini anak-anak langsung rebah karena lingkar celana mereka sulit untuk dikancingkan. Jilbab kami miring tak simetris akibat terlalu aktif menguyah. Bibir kami memerah alami dan terasa sedikit menebal. (atau agak ndower lah bhs gaulnya). Laksana prajurit yang kalah usai pertempuran, aku terduduk lemas tak berdaya dengan bibir megap-megap persis ikan mujaer. Ancyuurrr.... Sambil meneguk minuman dingin berkali-kali aku hanya berkomentar pendek pada sponsor : "Kita harus sering-sering ke sini." Spontan iparku meledek, "Yeee, kita mah udah dari duluu, ente aja yang telat....". (Yeee, namanya juga dirantou). *si dower pun tambah maju* Begitulah, selama aku berlibur ke kampung halaman sudah tak terhitung berapa kali aku makan di waroeng SS. Istilah "kapok sambal" betul-betul menjelma nyata sobats. Rasa jahanamnya melambai-lambai tiap kali perut bereaksi minta diisi. Kini, aku hanya menelan liur pasrah. Sambal udang favorit plus sambal tempe yang khas itu cuma bisa menari-nari di kepalaku, sambil tersenyum mengenang "SALAM PEDAS ABIS"-nya Mr. Huuh Haah. PS : Sobats, bagi yang doyan puedeess abis di Indo..bisa berkunjung ke : - Jogjakarta- Bandung- Solo- sini, info paling Komplit. Selamat ber-Huuh Haah ! inget tips ini : "jangan sarapan pagi dulu Boss" ;D, en "ati-ati kalo buat dinner, bisa sulit tidur karena perut bereaksi panass" 
Link: http://www.themodernreligion.com/misc/hoax/april-fool.htmlMemasuki akhir maret, selalu saja beredar berita lewat email or milis akan latar belakang peristiwa April Mop. Konon kabarnya, tanggal 1 April merupakan hari pembantaian umat muslim di Spanyol di abad ke15. "Klaim" sejarah itu ternyata hanyalah HOAX, tak lebih dari urband legend belaka, tak memiliki pijakan fakta sejarah yang kokoh.
Adalah Yusuf Estes, an american-born muslim convert, ketua World Assembly of Muslim Youth, yang memaparkan kerancuan urban legend tentang kaitan inkuisisi di Spanyol dengan tanggal 1 April.
Silakan kunjungi link diatas.
| |