ilalang's posts with tag: islamic sites
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Link: http://www.quranflash.comSobats, berikut ada sedikit informasi tentang KitabuLlah yang diperoleh dari sebuah milis. Menarik juga untuk dipraktekkan. Mudah-mudahan menjadi satu tambahan wawasan bagi yang belum mengetahui.
Untuk mempermudah pencarian halaman Al-Qur'an ketika membaca atau menghafal dengan menggunakan mushaf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, ternyata dapat kita temukan dengan memakai sebuah rumus mudah, yaitu :
Nomor Juz dikali 2, dikurangi 2, kemudian hasilnya diikuti angka 2.
sebagai contoh : Kita ingin membuka juz 15 pada mushaf, 15 x 2 - 2 = 28 diikuti angka 2, jadi = 282.
Sehingga dapat kita buktikan pula bahwa juz 2 ada di halaman 22, juz 3 di hlm 42, ...dan juz 30 di hlm 582.
Silakan mencoba sendiri ya nanti...:) Oia, sebagai tambahan salah satu ciri fisik mushaf Utsmani versi Timur Tengah itu adalah setiap juz-nya terdiri dari 10 lembar atau 20 halaman. Dan setiap halaman terdiri dari 15 baris. Biasa disebut 'Qur'an Pojok' juga oleh kalangan penghafal qur'an, karena setiap halamannya yang pasti berakhir di pojok/akhir ayat. Memudahkan memang bagi yang sering Muroja'ah (mengulang-ulang hafalan).
Tapi ingat, rumus ini hanya berlaku untuk mushaf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, tidak berlaku untuk cetakan versi Indonesia. Ada juga beberapa cetakan mushaf terjemah versi Indonesia yang halamannya sama dengan versi Timur Tengah, seperti terjemahan yang diterbitkan oleh Syaamil dan Diponegoro.
Nah, buat sobats yang belum memiliki Al-Qur'an Utsmani bisa lihat contohnya pada link tercantum diatas. Bagus banget site-nya. Kita bahkan bisa memilih model Qur'an yang ada ahkam tajwidnya... (ada 8 warna sbg indikatornya), yang setahu saya masih agak sulit dijumpai di beberapa daerah kecuali memesan pada yang berangkat Umroh atau Haji ke Tanah Suci.
Mampirlah sejenak, insyaAllah bisa menentramkan hati.
[ Imitation of Syaih Budair, Hudzhaifi ]
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim hanya akan menambah kerugian ." (Qs. Al-'Isra : 82) Import.flv (20.2 MB)
[ imitation of Syaikh Affasy, Ghamidy ]
"Jangan Engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) ini dengan cepat, karena hendak cepat-cepat menguasainya." "Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (didadamu) dan membacakannya." "Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu."
(Qs. Al-Qiyamah : 16-18) Import.flv (18.9 MB)
[ Imitation of Syaikh Shuraim and Sudais ]
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka bertambah kuat imannya dan hanya kepada tuhan mereka bertawakal." (QS. Al-anfal : 2) Import.flv (19.4 MB)
Ahad malam [ 270408 ], puluhan pasang telinga tersihir demi mendengar lantunan Qur'an yang dibaca secara medley. Bagai mendengar belasan reciter tingkat dunia berjejer adu kemampuan, jama'ah begitu sontak hening..terpekur, sambil berulang melafadazkan 'asma Allah.Ba'da 'Isya tepat acara itu dimulai.Bau wewangian khas Timur Tengah bertebaran di masjid Mirabooka bertingkat dua lantai yang mayoritas dipenuhi wajah-wajah arab. Wanitanya berabaya hitam, hidung mancung, bulu mata lentik, jelita jika dipandang. Kaum pria sepintas saja lalu lalang di bawah sebelum acara dimulai, kebanyakan berpakaian gamis atau ala pakistan dan tentu saja berjanggut panjang menghiasi wajah teduh mereka. Aku menyapa jama'ah di sebelah kiriku. Dua akhwat bertubuh tinggi besar yang begitu khusyu' dalam isya'nya barusan adalah muslimah asal Bosnia. Mereka sungguh tertib di dalam masjid. Ketika acara hendak dimulai, salah satunya bertepuk tangan agar jama'ah lainnya segera diam dan mendengarkan. Di kananku, nampak tiga mahasiswi merapat ke sisiku. Cantik-cantik dan tertutup rapat. Kusapa mereka dalam bahasa inggris yang agak terbata, menanyakan darimana asalnya. Rupanya ada yang mengenaliku. Ahaa, pantas saja sedari tadi aku merasa di perhatikan. *ge-er mode ON*. Ternyata ia pernah hadir dalam Qur'an Class di musholla Curtin Uni, dahulu saat aku belajar mengajar tahsin bagi mahasiswi disana.Adalah Syaikh Saad Nomani yang menjadi bintang tamu malam itu.Beliau masih belia, baru 27 tahun. Usia 15 sudah tuntas menghafal seluruh isi Al-Qur'an. Ijazah ilmu Qur'an dan Haditsnya setumpuk. Kini berprofesi sebagai pengajar Qur'an di Madinah Almunawwarah. Keistimewaannya, beliau mampu meniru suara para Syaikh Qur'an hampir sebanyak 75 gaya bacaan. Banyak yang nyaris mirip !Berulang kali Ibu Yessi, yang mengajakku ke tempat itu, menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku pun tertular. Sebuah tanda yang sama, atas kekaguman tak terkira dari kemampuan Syaikh Saad yang mudah berganti-ganti suara. Kadang berat dan rendah, kemudian berganti tinggi dan cepat. Berayun-ayun intonasinya, jernih dan jelas pengucapan ahkam tajwidnya. Subhanallah.Cuplikan ayat-ayat Allah dibaca penuh perasaan dan tartil. Tepat ketika surat favoritku dibaca, dengan meniru bacaan Syaikh Mishary Rashid, gemuruh di dada tak bisa lagi kutahan. Pandanganku kabur. Akhirnya terurai juga airmata yang kutahan sejak tadi.Dalam senyapnya suasana, kulihat jama'ah banyak yang menunduk. Tekun mendengarkan penuh perasaan. Hanyut dalam buaian lafadz indah surat cinta Allah pada hambaNya. Rangkaian tilawah ini akhirnya ditutup dengan bacaan Syaikh Abdurrahman As-sudais, Imam Masjidil Haram, yang terkenal dengan ketinggian nada suaranya itu. Lengkap pula dengan bacaan takbir yang mengiringi, layaknya beliau berdiri sebagai Imam sholat di depan Ka'bah. Aku memejamkan mata beberapa saat. Menerawang jauh, membayangkan suasana Al-Haram hadir di hati. Langitnya yang bersih di waktu shubuh, jama'ah yang sibuk thawaf dan berdzikir, lantainya yang dingin, aroma hajar aswad di sekitar, serta bangunan kubus berselimut hitam yang menyatukan umat islam sedunia itu....ah dalam beberapa menit jiwaku serasa betul-betul melayang kesana.Sobats MPers ingin tahu rasanya ?Klik disini, di mari atau yang ini.Lalu pejamkanlah mata, hadirkan kekhusyu'an hati, bayangkan suasana sholat berjama'ah di mana sobats pernah mengalami masa-masa berkesan disana. Bagi yang pernah ke Mekkah atau Madinah niscaya bisa membangkitkan nostalgia yang selalu membuat rindu seumur hidup agar kembali lagi ke sana. InsyaAllah.
Link: http://www.themodernreligion.com/misc/hoax/april-fool.htmlMemasuki akhir maret, selalu saja beredar berita lewat email or milis akan latar belakang peristiwa April Mop. Konon kabarnya, tanggal 1 April merupakan hari pembantaian umat muslim di Spanyol di abad ke15. "Klaim" sejarah itu ternyata hanyalah HOAX, tak lebih dari urband legend belaka, tak memiliki pijakan fakta sejarah yang kokoh.
Adalah Yusuf Estes, an american-born muslim convert, ketua World Assembly of Muslim Youth, yang memaparkan kerancuan urban legend tentang kaitan inkuisisi di Spanyol dengan tanggal 1 April.
Silakan kunjungi link diatas.
Link: http://ccc.1asphost.com/assalamquran/default.aspSalah satu link tentang KitabuLlah yang ada di bookmarks list saya ini rasanya banyak membantu dalam menambah referensi 'Ulumul Qur'an ketika mengajar.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi sahabat MP'ers untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur'an. Setuju ?
"Sebaik -baik kamu adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya" [HR.Muslim]
Link: http://www.pakdenono.com/home.htmIni salah situ situs yang menurut saya didalamnya cukup banyak terdapat E book Islam dan download CD or VCD gratis. Hanya bisa mendo'akan bagi si pemilik, moga amalnya menyediakan sarana ilmu bagi orang lain dibalas dengan kebaikan berlimpah oleh Allah SWT.
Silakan menjelajahinya dan mengambil yang bermanfaat untuk 'amar ma'ruf nahi munkar.
Dengar, dengarlahkanlah suaranya dengan konsentrasi penuh.... Bukalah di depanmu Surat Cinta dari Rabb-mu, Ikutilah bacaannya perlahan, jelas dan tartil, Renungilah artinya, pahami maknanya...
Niscaya matamu akan semakin bening dengan air yang menggenang, dan hatimu gemetar antara harap dan cemas.
Import.flv (8.3 MB)
Sebelum berangkat berangkat ngajar, kebetulan browsing sejenak ke you tube untuk cari tilawah Qur'an tentang kematian. Rencananya sekalian cari bahan referensi untuk kelas tahsin ibu-ibu Jum'at yang kebetulan pas masuk ke pembahasan surat An-Naba yang banyak bercerita seputar peristiwa kiamat. So, bolehlah ditambah nanti dengan dzikrulmaut sedikit. Apalagi minggu lalu juga sempet ikutan Daurah Janaiz (pelatihan mengurus mayit).
Bukan tak sengaja jika kemudian perhatianku tersita pada short movie tentang Sakaratul Maut. Walaupun kata-nya dalam bahasa arab, tapi banyak menyitir ayat-ayat Qur'an. Membuat merinding sekaligus air mata berlinang....inget2 betapa banyak dosa dan hal sia-sia yang dilakukan. :(
Oia, sedikit tips : Supaya lebih merasuk dan meresapi coba sambil buka Terjemahan Qur'an surat : Al-Qiyamah, An-Naba, Al-Haqqoh, Al-Wa'qiah. Mudah2an bisa recharge ur imaan. Import.flv (67.3 MB)
"sebuah artikel yang menggugah kita untuk memperbaiki bibit iri yang kadang timbul karena keruhnya kondisi hati. Iri memang manusiawi, tapi yang layak dengan koridor islam adalah iri pada dua hal berikut ini.."
Melihat kebesaran orang lain tak selamanya dilarang. Ada kalanya kita harus menengok dan melihat kebesaran itu. Untuk kepentingan dan mashlahat yang dibenarkan. Ilmu dan kedermawanan. Dua hal penting yang harus kita inginkan ada pada diri kita. Sebagaimana yang disabdakan Nabi, "Diperbolehkan hasad pada dua hal: Seseorang yang diberikan harta yang selalu diinfakkannya. Dan seseorang yang diberikan ilmu, dia mempergunakan ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud). Kita tentu sering melihat orang yang hebat di bidang keilmuannya. Hati ini harus tergerak untuk mengikuti langkahnya. Mempelajari bagaimana ia bisa sampai pada posisi keilmuwan yang tinggi. Bagaimana penemuan demi penemuan bisa lahir dari otaknya. Kehebatan Imam Adz-Dzhabi dalam bidang hadits dan sejarah membuat Ibnu Hajar terpukau. Kecerdikan dan kepandaian serta hafalan yang kuat mencuatkan nama Adz-Dzahaby pada urutan orang-orang besar. Demi mengejar rasa ingin menjadi seperti idolanya, Ibnu Hajar mendatangi sumber air zam zam. Diambilnya segelas air yang pernah dianjurkan oleh nabi untuk berdo’a apa saja sebelum meminumnya. Ibnu Hajar lebih memilih untuk bisa mempunyai hafalan sekuat hafalan idolanya tersebut. Dari sinilah kemudian sejarah mencatat bahwa akhirnya Ibnu Hajar pun menjadi ulama besar yang meninggalkan karya-karya yang tak ternilai harganya. Lebih spesifik lagi adalah ilmu Alqur’an. Inilah ilmu terbaik dan tertinggi. Dilihat dari kebenarannya yang mutlak. Sumber segala ilmu dan pengetahuan. Penuntun manusia menuju keselamatan di dunia ini dan di akhirat kelak. Kita harusnya merasa "iri" melihat mereka yang dimuliakan Allah dengan ilmu Al-Qur’an. Mampu membacanya dengan benar sesuai kaidah tajwidnya. Mampu menghafalnya. Dan yang lebih penting lagi mampu menterjemahkannya dalam kehidupan. Kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Dalam riwayat lain, ilmu yang dimaksud dalam hadits di atas adalah ilmu Al-Qur’an. Demikian juga dengan kedermawanan. Ketika kita melihat orang lain diberi kekayaan yang melimpah, lalu orang itu mendermakan kekayaannya itu di jalan Allah. Bahkan ada sebagian orang yang merasa gelisah bila harinya tidak dilalui dengan membagi kebahagiaannya kepada orang lain. Karena ia terbiasa menikmati kebahagiaan dirinya bersama orang lain. Kepada mereka-mereka itu kita boleh ’silau’, dan ‘iri’. Jiwa ini perlu dilatih. Kalau pun belum sanggup untuk melaksanakannya hari ini, latihlah untuk memiliki rasa salut terhadap dua sumber kesilauan itu: kaya tapi dermawan, atau pintar dan mengajarkan. Paling tidak ada keinginan kuat untuk berbuat jika diberi kemampuan seperti orang yang kita kagumi tersebut. Rasa keterpukauan yang tinggi akan melahirkan niat untuk mengikutinya. Niat kuat inilah yang akan membentuk fisik ini kuat untuk menempuh jalan menuju ke sana. Kalau pun ternyata kita tidak mampu mencapai tingkat kedermawanan dan ilmunya, paling tidak kita telah mengukir pahala, dengan niat, kehendak dan usaha kita. Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits, "Dan seorang hamba yang diberikan rizki oleh Allah berupa ilmu tetapi tidak diberi harta. Dengan niat yang tulus dia berkata: Seandainya aku punya harta, aku akan berbuat banyak seperti yang dilakukan fulan. Maka Allah menyamakan pahala keduanya." Terpukau dengan kemampuan orang yang mampu mendidik dirinya hingga menjadi ilmuwan dan dermawan, adalah sisi lain rasa keterpukauan yang positif. Dari sana, sebuah kekuatan akan mengalir terus, memberi kita tenaga untuk terus berlomba dalam kebajikan.
Wallahu’alam.
Sumber : Lentera Kehidupan
Link: http://www.eramuslim.com/berita/tha/7b25071838-andai-ben-gurion-dan-eh...“Jika saya adalah pemimpin bangsa Arab, saya takkan pernah sudi berunding dengan Israel. Ini lazim dan sudah semestinya. Bukankah Israel telah mengambil tanah mereka? Kita ini beradal sari Israel, tapi dua ribu tahun lalu, bagi mereka tanah ini apa artinya? Memang, ada gerakan-gerakan anti Yahudi seperti Nazi dan Auschwitz, tapi apa salahnya bangsa Arab kepada kita? Mereka hanya dapat melihat satu hal: orang-orang Yahudi datang dan mencuri tanah air mereka. Mengapa mereka harus menerima ini?”
Pengakuan Ben Gurion tersebut dikutip oleh John Mearsheimer dan Stephen Walt dalam artikel “The Israel Lobby and US Foreign Policy”.
Link: http://www.dakwatuna.com/index.php/alam-islami/2007/referendum-menolak...Ketua Parlemen Palestina Dr. Ahmad Bahr bersumpah setia diikuti ribuan pengunjuk rasa di jalur Gaza menentang perjanjian Annapolis :
“Kami berjanji kepada Allah, kemudian kepada bangsa kami, bahwa kami tidak akan menerima apapun solusi persoalan Palestina kecuali dengan pembebasan tanah air kami dan tempat-tempat suci serta kembalinya para pengungsi ke tanah air mereka yang dulu mereka diusir darinya tahun 1948. Kami juga tidak akan menjual sejengkal tanahpun kota Al-Quds bersama tanah-tanah lainnya, rumah, Masjid Al-Aqsha dan semua tempat-tempat suci, baik milik Islam maupun milik Kristen. Allah ta’ala sebagai saksi atas apa yang saya ucapkan.”
Link: http://www.al-ikhwan.net/index.php/fiqh-shahwah/2007/sikap-salafus-sha...Ikhwah wa akhwat ‘azzakumuLLAAH. Jika kita benar ingin merujuk kepada Salaf, maka pelajarilah dan telitilah berbagai fatwa mereka, yang kesemuanya menyatakan bahwa ikhtilaf sebagiannya adalah terlarang namun sebagian yang lainnya bahkan merupakan sebuah kemestian (hatmiyyah). Hal tersebut karena perbedaan pendapat adalah sunnatuLLAAH,
| |