Meskipun istilah "Hayfever" bisa dicari by googling di Internet, namun saya coba juga mereview sedikit tentang penyakit ini untuk sahabats di MP, minimal yang ada di kontak saya. Mungkin karena terpaan Hayfever saat ini begitu kuat kurasa, maka ingin rasanya berbagi pada sobats yang mungkin akan hijrah ke luar negeri atau ke wilayah yang biasa ditumbuhi tanaman penyebab Hayfever.
Hayfever adalah nama keren untuk alergi rhinitis. Yakni alergi yang terutama berkaitan pada hidung. Namun bisa juga mempengaruhi mata, telinga atau tenggorokan. Sebenarnya ada dua jenis Hayfever berdasarkan penyebabnya :
- Seasonal Hayfever ----> jika gejalanya terjadi sepanjang musim semi atau musim panas, yang disebabkan oleh
pollen dari tumbuhan tertentu yang hanya tumbuh di kedua musim itu. Biasanya jika orang menyebut terkena Hayfever, berarti yang dimaksud akibat alergi di musim semi. Maka itu disebut "hay", karena hanya terjadi selama "haying season" (saat jerami dikeringkan di musim semi/panas).
- Perennial Hayfever ----> jika gejalanya terjadi sepanjang tahun, disebabkan oleh alergen seperti debu di rumah atau partikel dari hewan yang terbawa di udara. Gejala ini bervariasi intensitas dan panjangnya, dan biasanya tidak dapat diprediksi datangnya.
Nah, berhati-hatilah bagi mereka yang punya riwayat alergi di keluarganya, semisal asma, eksim atau migrain. Karena akan lebih terbuka kemungkinan terserang Hayfever, walaupun gejalanya tidak selalu sama pada tiap orang. Umumnya mereka akan sulit tidur dan sukar konsentrasi karena gangguan yang biasa muncul seperti dibawah ini :
- Bersin-bersin.
Terutama di pagi hari atau jika keluar rumah. Mungkin bisa belasan kali secara
beruntun. *hadoooh ga kuat deh, harus sedia tissue banyak-banyak*
- Hidung mampet atau berair terus menerus
Saya mengalami yang mampet, terutama di malam hari. Pyuuh....penderitaan
betul. Apalgi kalu dua lubang tersumbat. Ga bisa tidur semaleman. Napas lewat
mulut malah bikin kering tenggorokan. Oia, suara juga akhirnya bindeng all the
time.
- Gatal di dalam telinga, tenggorokan dan hidung.
- Mata berair, memerah dan terasa gatal
Ada temen yang mengalami ini. Duw, ngeliatnya aja jadi berasa ikutan sepet
mata kita.
- Pusing/ Sakit kepala
Lalu, bagaimana cara mengobatinya ?
Hanya ada beberapa cara yang bisa dipilih untuk meminimalisir Hayfever. Hiks, ga bisa sembuh total, karena masalah alergi hanya bisa diantisipasi bukan diobati. Perhatiin deh...
- Hindari penyebabnya (sang alergen)
Ini bisa dilakukan di tempat penanganan alergi di Rumah Sakit. Nanti sejumlah
tes alergi akan dilakukan terhadap penderita. Tapi kembali pada si Hayfever,
sepertinya sepanjang musim semi/panas pollen (si alergen utama) bakal
berterbangan kemana-mana deh. Jadi yaa selama musim semi berlangsung,
sepanjang itulah Hayfever menyerang. *huhuhu....huuuaaaaaatssyyyyii*
- Menghirup hawa dari air panas yang diberi garam atau yang dibubuhi minyak
kayu putih, pada beberapa orang diyakini bisa membuka lubang hidung yang
mampet.
*eh, ane juga baru tau nih. Coba ah....*
- Minum obat anti histamin.
Karena Hayfever di Australia sudah umum terjadi, maka obat-obatan anti
histamin untuk mencegahnya juga banyak tersedia dari berbagai merek.
- Suntik imunisasi khusus alergi
Suntik ini juga hanya berfungsi mengurangi beberapa gejala. Bukan
menyembuhkan. Jika dosis obat dalam tubuh habis, ya muncul lagi gejala-
gejala diatas.
Masih banyak lagi beberapa terapi lain untuk menangkal alergi.
Ada herbal treatments, homeopati, akupuntur, dsb.
Baca sendiri deh di
sini,
sini atau di
mari, supaya lebih jelas.
Udah ga kuat nih bersin-bersin terus....
haa...haaa...hhhaa...hhuaaaatccchhiiii....5 x.
*********
Gambar kondisi penulis : bentar-bentar buang ingus, lingkar bawah mata membentuk kantung dengan warna gelap, mulut sedikit mangap karena harus napas.
*sroootttt...srooottt....huuh hhaah*