Isy Kariman Aw Mut Syahidan

ilalang's posts with tag: masakan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
ddd
dThumbnaild
ddd
Seumur-umur baru kali ini aku menyempatkan diri bersentuhan langsung dengan kegiatan menghias kue. Selain merasa penuh kesadaran bahwa diriku tak memiliki bakat yang mumpuni di bidang ini, juga tiap ingin menikmati sepotong kue cukup membeli atau pesanlah pada ahlinya. Supaya adil maksudnya..ada yang membuat juga harus ada yang membeli. *alasan.com*

Namun kali ini berbeda. Kesempatan datang disaat aku punya cukup waktu luang dan kondisi lingkungan yang mendukung. Dalam arti, berada dalam kondisi dirantau yang semua harus serba bisa dilakukan...Jadi kenapa tidak mencoba belajar hal yang satu ini ? Syukurlah kita langsung praktek menghias kue, sehingga bisa beli sponge cake yang ready to decorate sebagai sasaran. Kalau mesti buat kuenya lagi, sepertinya aku termasuk urutan belakang dalam hal rasa dan bentuk. Ga menjanjikan banged.

Baiklah, kursus dimulai kira-kira pukul 10 pagi di kediaman guru kita.
Ada lima orang peserta disitu berikut 'boncengan' mereka yang masih unyil-unyil. Kecuali Miaw si neng geulis yang lincah dan aku plus d boys yang setia mendampingi dengan kerusuhannya.
Mbak Miming, sang suhu kita hari itu berpenampilan sangat meyakinkan sebagai guru (ya iyalaah...). Dengan serius tapi santai berusaha menjelaskan bagaimana cara membuat whipped cream yang menjadi bahan baku dalam menghias kue. Sambil sesekali mempraktekkan dengan gesit cara membentuk hiasan berupa kerang, pagar, bunga, daun, bintang, dll. Beliau masih juga sabar membesarkan hati kami yang lebih sering bikin bentuk ga jelas dan ga rata akibat gemetarnya tangan yang masih kaku. And of course, I'm the pathetic one...:(

Sambil diselingi dengan makan siang dan menyusui (sessinya Yuli dan Yusi niih ), training terus berjalan santai tapi pasti. Semua peserta diminta mengerahkan ide untuk menghias kue masing-masing. Ada yang penuh bunga, pakai badut (special request from faiqa dan hikmah), dedaunan, pagar makan tanamannya miaw, atau berbentuk hati milikku ituh.

Alhamdulillah, tepat jam 4 pm, kue-kue cantik itu sudah berjajar minta diabadikan.
Fotografer merangkap tuan rumah, Mr.AGK, tampil dengan propesional dan cekatan mengambil gambar dari segala sudut. (ehem, promosi ga grates nih).
Akhirnyaaa, hasilnya bisa dilihat disini.
Dengan keterbatasan ide, sedikit nekad, percaya diri dan senyum sumringah...kami berhasil mengakhiri kursus yang menyenangkan ini dengan hati berbunga.
Biarin deh berantakan, yang penting semarak penuh warna !

PS : silakan diintip kreasi kue dan masakan isimewa lainnya ala jeung Miming di SINI


ReviewReviewReviewReviewReviewSerba SambalApr 11, '08 7:43 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Ruko Gading Serpong, Jl. Raya kelapa Puan AF 1/19, Tangerang
Sudah lama sebenarnya aku ingin mengabarkan pada dunia bahwasanya aku menemukan sebuah tempat makan yang ruarrr biasa kenikmatannya yang mengakibatkan air liur selalu menagih menuju kesana. (halaah, bombastis mode ON). Awalnya kabar ini selalu digembar-gemborkan oleh ipar tercintah, sebagai partner kompak dalam berburu jajanan lezat ketika kami masih sering bersama di Indo.
Melalui sambungan interlokal, waroeng SS (nama populer) ini ia sebut-sebut dengan semena-mena dan penuh semangat dalam mengabarkan sebuah nikmat tak terlupakan. Demi menancapkan bayang-bayang sebuah cita rasa ia tega mendeskripsikannya tanpa melihat air mukaku yang berkali-kali menelan ludah. Muka kepingin ga jelas gitu lah...hehehe

Walhasil, atas penanaman hasrat yang sangat intens tersebut, program pertamaku ketika mudik tahun lalu adalah memuaskan selera lidahku sekaligus membuktikan kabar heboh yang dibawa bertalu-talu di telingaku secara jarak jauh itu. Aku ingat di pagi hari sebelum kita get lunch di SS, iparku dengan penuh bijaksana berkata, "Kalo mau makan di sana, kita jangan sarapan pagi sis, ini harus diikuti demi keinginan kita untuk tetap terlihat berbentuk." Dia berbicara pelan didepanku sambil melirik ke sekeliling, tepat di telingaku, yang kala itu sudah terlanjur memasukkan suapan sarapan pagi ke mulut. Seakan-akan pesan itu begitu membahayakan untuk dilanggar. Beuh, aku hanya melengos dan menghabiskan santapan pagi itu santai. Tubuh berbentuk seperti apa yang dia maksud. Gitar kan ga mungkin, sahutku dalam hati. Hanya sebuah mimpi usang yang hanya membuat stress para ibu-ibu umumnya.

Tepat jam makan siang, ba'da sholat dzhuhur pergilah kami. My mom, my sister in law serta anak-anak yang setia mengintil dan berteriak-teriak rusuh tancap gas menuju waroeng SS yang letaknya ternyata cuma 'kepeleset nyampe'.

Memasuki ruangannya, kesan yang tertangkap sederhana dan unik. Ruang makan disitu dibuat menjadi dua bagian. Sebagian untuk lesehan, sisanya buat yang ga suka makan sambil menekuk lutut. Pastinya kami memilih yang pertama. Posisi lesehan rasanya lebih mendukung gaya makan ala kuli yang akan kami peragakan kemudian.
Lalu kulihat beberapa pajangan yang unik tertempel dilindungi pigura di dindingnya. Isinya kebanyakan artikel atau tips dengan gaya bahasa yang lucu. Mengingatkan permainan kata produk dagadu Jogja. Maskot waroeng SS yaitu Mr. Huuh Haah yang disimbolkan dengan cabe merah mengkilat, berkacamata (kenapa juga pake kaca mata ? ), tersenyum mengacungkan jempol persis di depan loket dapur.

Hari itu aku menyerahkan pesanan pada ahlinya. Ibu dan iparku.
Memasrahkan diri akan dibawa kemana lidahku nanti. Disini tersedia 21 macam sambal (yang sudah ditemukan kreasinya) dengan nama-nama nyentrik. Alisku sampai berkerut dan bergumam...ini kita mau makan sambal pakai nasi atow makan nasi pakai sambal ya ?
Kalau tidak salah waktu itu kami memesan : Nasi putih satu cething (satu bakul kecil), sambal tempe semangit, sambal kecap, sambal pusing, wader goreng (semacam teri), sambal gobal-gabul, dan ayam goreng sebagai pemanis.

Tak lama kemudian, pesanan pun datang.
Suasana hiruk pikuk mendadak sontak berubah. Begitu tuma'ninahnya kami makan, hingga yang terdengar hanya suara tarikan cairan di hidung (waks...), berikut kecapan 'Huuh-Haah' seperti nyanyian suku primitif di pedalaman. Obrolan pun terhenti, sedang tangan begitu giatnya menyendok nasi ke mulut dan menyeka keringat yang bercucuran, memenuhi seluruh wajah. (gaya kuli angkut makan dengan sempurna terwakili sudah).

Dalam waktu kurang dari setengah jam, seluruh piring ludes tak bersisa.
Jari-jari tangan pun tak luput untuk dibersihkan satu persatu. Kali ini anak-anak langsung rebah karena lingkar celana mereka sulit untuk dikancingkan. Jilbab kami miring tak simetris akibat terlalu aktif menguyah. Bibir kami memerah alami dan terasa sedikit menebal. (atau agak ndower lah bhs gaulnya). Laksana prajurit yang kalah usai pertempuran, aku terduduk lemas tak berdaya dengan bibir megap-megap persis ikan mujaer. Ancyuurrr....

Sambil meneguk minuman dingin berkali-kali aku hanya berkomentar pendek pada sponsor : "Kita harus sering-sering ke sini." Spontan iparku meledek, "Yeee, kita mah udah dari duluu, ente aja yang telat....". (Yeee, namanya juga dirantou). *si dower pun tambah maju*

Begitulah, selama aku berlibur ke kampung halaman sudah tak terhitung berapa kali aku makan di waroeng SS. Istilah "kapok sambal" betul-betul menjelma nyata sobats. Rasa jahanamnya melambai-lambai tiap kali perut bereaksi minta diisi. Kini, aku hanya menelan liur pasrah. Sambal udang favorit plus sambal tempe yang khas itu cuma bisa menari-nari di kepalaku, sambil tersenyum mengenang "SALAM PEDAS ABIS"-nya Mr. Huuh Haah.


PS :
Sobats, bagi yang doyan puedeess abis di Indo..bisa berkunjung ke :
- Jogjakarta
- Bandung
- Solo
- sini, info paling Komplit.

Selamat ber-Huuh Haah !
inget tips ini : "jangan sarapan pagi dulu Boss" ;D, en "ati-ati kalo buat dinner, bisa sulit tidur karena perut bereaksi panass"




Blog EntryCrunchy Banana SkinMar 30, '08 10:02 PM
for everyone
Judul aseli : KULIT PISANG GORENG.
Ini resep unik yang menarik untuk dicoba bagi pecinta kuliner.

 Kulit pisang daripada dibuang sayang, mendingan
 dibuat makanan kecil.

 
Bahan:

 =======
 - Kulit pisang jenis apa saja
 - Air kapur
 - Jeruk nipis
 - Tepung terigu 150 gram
 - Tepung sagu 50 gram
 - Telor ayam 1 butir
 - Gula pasir

 
Cara membuat
 ============
 Kulit pisang direndam dulu dalam air kapur semalaman
 setelah itu
 ditiriskan/diangin- anginkan. Lalu ditetesi jeruk
 nipis biar wangi.
 Campurkan tepung terigu, tepung sagu, gula dan
 telor, kocok sampai
 lepas.

 Celupkan kulit pisang satu per satu ke dalam adonan,
 goreng hingga
 matang.

 
                   
 
Penyajian
 ============
 
Jika sudah matang, silakan dibuang saja karena tidak
 enak kalo dimakan.



 Monyet aja kagak suka kulit pisang masa mau dimakan
 juga (lagian Ngapain Kulit Pisang Dimasak... kurang
 kerjaan ....)

  he..he..he..

 

LinkDapur FavoritMar 13, '08 7:40 AM
for everyone
Link: http://www.pbase.com/archiaston/my_wife_kitchen_gallery

Bagi koki amatir seperti saya dan jauh dari kampung halaman, kehadiran blog atau situs yang berisi resep masakan indonesia (khususnya) plus menu hariannya, bagaikan berkah yang menyelamatkan problematika umum ibu rumah tangga. (duilee...)

Diantara sibuknya aktivitas dan buntunya pikiran membuat menu sehari hari, dapurnya mbak Herti ini memberi alternatif beragam masakan Indonesia yang hampir semuanya mudah dibuat. Apalagi beliau selalu memberi tips atau pilihan bila bahan-bahan yang tersedia tidak mudah ditemukan. Maklumlah, tinggal di negara yang miskin rempah ini agak sulit mencari bumbu-bumbu yang kesegarannya seperti di tanah air. Karena biasanya bumbu/bahan makanan tersebut sudah di kemas dalam bentuk frozen food atau kalengan. Kalaupun ada harganya bisa bikin kita geleng-geleng kepala. Masa satu batang sereh aja bisa dihargai 1.50 dollar ostrali ? (sekitar 12 ribu rupiah)....
*geleng2 doong*

Satu lagi yang menarik dari dapurnya mbak Herti ini, tampilan masakannya betul-betul menggiurkan dan menggugah selera. Mungkin karena didukung oleh pengambilan gambar yang piawai, penataan yang pas di blognya dan background yang mendukung.
Sehingga kadang-kadang saya malah terpekur memandang fotonya sambil menelan ludah (cegluk...), dan menerawang sendu "kira-kira nanti buatan saya bisa seenak ini ga ya ?".
Akhirnya bisa ditebak, jadual masak sayah moloorrr lagi...;p

Enjoy cooking guys !


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.